Di seluruh penjuru dunia, momen pergantian tahun disambut dengan meja makan yang penuh dengan hidangan khusus. Pilihan ini jarang terjadi secara kebetulan; setiap bahan sering kali dipilih berdasarkan kemiripan bentuk dengan benda-benda berharga atau karakteristik biologis yang melambangkan ketangguhan.
Bagi masyarakat modern, tradisi ini mungkin tampak sebagai sisa-sisa mitologi masa lalu. Namun, jika ditelaah lebih dalam melalui kacamata gizi dan sosiologi, terdapat kaitan erat antara apa yang dianggap “beruntung” dengan apa yang sebenarnya memberikan kekuatan bagi tubuh. Keberuntungan, dalam banyak budaya, sering kali merupakan sinonim dari kesehatan yang prima dan energi yang melimpah untuk menghadapi tantangan baru.
1. Sayuran Hijau dan Simbolisme Kemakmuran Finansial
Di banyak belahan dunia, terutama di Amerika Serikat bagian selatan dan sebagian Eropa, sayuran berdaun hijau seperti kale, sawi, dan bayam menjadi hidangan wajib saat tahun baru. Bentuk dan warna daun-daun ini dianggap menyerupai uang kertas yang berlipat-lipat. Kepercayaan masyarakat setempat meyakini bahwa semakin banyak sayuran hijau yang dikonsumsi, semakin besar pula kemakmuran finansial yang akan diraih di tahun mendatang. Simbolisme ini menciptakan atmosfer optimisme yang kuat di tengah jamuan makan malam yang hangat.
Secara medis, konsumsi sayuran hijau dalam jumlah besar di awal tahun merupakan langkah yang sangat cerdas. Sayuran berdaun gelap kaya akan vitamin K, magnesium, dan serat yang sangat tinggi. Setelah melewati masa liburan yang sering kali dipenuhi dengan makanan berat dan manis, asupan serat dari sayuran hijau berfungsi sebagai pembersih alami bagi sistem pencernaan. Serat membantu mengatur kadar gula darah dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama, yang secara tidak langsung mendukung produktivitas kerja di awal tahun. Kesehatan pencernaan yang baik adalah fondasi utama bagi energi manusia, yang merupakan modal dasar untuk mencari nafsu dan “keberuntungan” ekonomi.
2. Mie Panjang Umur, Untaian Harapan yang Tak Terputus
Tradisi di negara-negara Asia, khususnya dalam kebudayaan Tionghoa dan Jepang, menempatkan mie sebagai bintang utama di meja makan tahun baru. Dikenal dengan sebutan Siu Mie atau Mie Panjang Umur, hidangan ini memiliki aturan yang unik. Mie tidak boleh terputus saat dimasak maupun saat dimakan. Untaian mie yang panjang melambangkan harapan akan usia yang panjang, kesehatan yang terus berlanjut, dan alur kehidupan yang mulus tanpa hambatan besar. Menyeruput mie tanpa memutusnya menjadi sebuah ritual penuh konsentrasi yang menghubungkan setiap individu dengan harapan masa depan.
Dari sisi nutrisi, mie yang dibuat dari gandum utuh atau soba menyediakan karbohidrat kompleks yang dibutuhkan otak untuk tetap fokus. Karbohidrat ini dilepaskan secara perlahan ke dalam aliran darah, menghindari lonjakan energi yang drastis yang diikuti oleh kelelahan. Peneliti gizi sering menekankan bahwa kestabilan energi sangat berpengaruh pada pengambilan keputusan yang bijak. Individu yang memiliki kejernihan mental dan energi yang stabil cenderung mampu merencanakan langkah-langkah strategis dalam karier dan kehidupan pribadi, yang pada akhirnya membuahkan hasil yang sering disebut sebagai keberuntungan.
3. Ikan Simbol Kelimpahan dari Kedalaman Samudra
Ikan sering dianggap sebagai simbol keberuntungan karena alasan yang sangat praktis: ikan selalu berenang maju, melambangkan kemajuan. Di banyak budaya, sisik ikan yang mengkilap dianggap menyerupai koin perak, sementara kebiasaan ikan yang berenang dalam kelompok besar melambangkan kelimpahan dan kemakmuran yang meluap. Di beberapa wilayah di Eropa, masyarakat bahkan menyimpan beberapa sisik ikan di dalam dompet sebagai jimat keberuntungan sepanjang tahun.
Manfaat nyata dari mengonsumsi ikan terletak pada kandungan asam lemak Omega-3 yang sangat tinggi. Asam lemak ini merupakan nutrisi esensial bagi kesehatan jantung dan fungsi otak. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menyoroti bahwa konsumsi ikan secara teratur berkaitan erat dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan peningkatan memori kognitif. Jantung yang kuat dan otak yang tajam adalah aset paling berharga bagi manusia untuk menavigasi kompleksitas tahun yang baru. Kelimpahan sejati bukan hanya terletak pada materi, tetapi pada kemampuan fisik untuk menikmati setiap momen kehidupan dengan kondisi tubuh yang bugar.
4. Kacang-kacangan dan Polong-polongan Representasi Koin Keberuntungan
Di Italia, mengonsumsi kacang lentil tepat setelah tengah malam adalah tradisi yang sangat dihormati. Lentil, dengan bentuknya yang bulat dan pipih, sangat mirip dengan koin Romawi kuno. Saat dimasak, lentil akan mengembang di dalam air, yang diartikan sebagai pertumbuhan kekayaan yang terus bertambah. Tradisi serupa juga ditemukan di Amerika Serikat melalui hidangan Hoppin’ John yang menggunakan kacang polong bermata hitam (black-eyed peas).
Selain makna simbolisnya, kacang-kacangan adalah pembangkit tenaga nutrisi yang terjangkau. Mereka merupakan sumber protein nabati dan zat besi yang luar biasa. Kandungan polifenol dalam lentil memiliki sifat antioksidan yang kuat, membantu tubuh melawan peradangan dan kerusakan sel akibat radikal bebas. Bagi individu yang menjalani gaya hidup aktif, kacang-kacangan menyediakan perbaikan jaringan otot yang efektif. Memulai tahun dengan asupan protein yang stabil memastikan tubuh siap untuk melakukan berbagai aktivitas fisik yang menantang, memperkuat persepsi bahwa keberuntungan berpihak pada mereka yang siap secara fisik dan mental.
5. Buah-buahan Bulat, Siklus Keberhasilan yang Sempurna
Tradisi di Spanyol dan beberapa negara Amerika Latin melibatkan makan dua belas buah anggur tepat saat lonceng tengah malam berbunyi, satu anggur untuk setiap detak jantung jam. Setiap anggur mewakili satu bulan di tahun mendatang. Sementara itu, di Filipina, masyarakat berusaha menyajikan dua belas jenis buah berbentuk bulat di meja makan. Bentuk bulat melambangkan koin dan siklus kehidupan yang lengkap serta tanpa cela.
Buah-buahan seperti anggur, jeruk, dan delima kaya akan vitamin C dan flavonoid. Nutrisi ini berperan krusial dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh, terutama saat pergantian musim yang sering terjadi di awal tahun. Vitamin C mendukung produksi kolagen dan membantu penyerapan zat besi dari makanan lain. Individu yang memiliki sistem imun yang kuat akan lebih jarang jatuh sakit, yang berarti tidak ada waktu produktif yang terbuang sia-sia. Dalam dunia yang serba cepat, tetap sehat di tengah padatnya jadwal adalah keberuntungan terbesar yang bisa dimiliki oleh siapa pun.
Menenun Keberuntungan Melalui Pilihan Nutrisi
Keberuntungan di tahun baru bukanlah sekadar hadiah dari takdir yang jatuh dari langit, melainkan hasil dari niat, ritual, dan perawatan diri yang konsisten. Lima jenis makanan pembawa keberuntungan in ternyata membawa pesan kesehatan yang mendalam di balik simbolisme budayanya. Mereka mengajarkan manusia untuk menghargai proses pertumbuhan, menjaga kejernihan pikiran, dan membentengi tubuh dengan nutrisi terbaik.
Baca Juga: 5 Resep Makanan Tinggi Serat: Awali Tahun Baru dengan Tubuh Sehat!
Referensi
- Dietary Phytochemicals in Health and Disease: Mechanisms, Clinical Evidence, and Applications—A Comprehensive Review (2025), Food Science and Nutrition
- N-3 Fatty Acids (EPA and DHA) and Cardiovascular Health – Updated Review of Mechanisms and Clinical Outcomes (2025), Current Atherosclerosis Reports
- Dietary Supplements for Immune Function and Infectious Diseases (2025), National Institutes of Health

