Ini Cara Penyimpanan ASI yang Wajib Bunda Ketahui!

Memberikan ASI eksklusif untuk buah hati tercinta adalah suatu dambaan bagi semua ibu. Namun, terkadang pada Ibu yang bekerja, kesibukan pekerjaan dan pendeknya waktu cuti menjadi hambatan untuk memberikan ASI eksklusif pada anak. 

Hal ini menyebabkan tidak sedikit Ibu yang memilih untuk membuat stok ASI perah untuk si kecil. Eits, tapi untuk menyimpan ASI, ternyata tetap ada yang perlu diperhatikan loh! Yuk, baca penjelasan berikut hingga akhir

Pentingnya Penyimpanan ASI yang Tepat 

ASI mengandung berbagai zat gizi yang berperan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Dengan memberikan ASI eksklusif, kebutuhan bayi untuk bertahan hidup di 6 bulan pertama bisa terpenuhi. Hal ini berkat adanya hormon, antibodi, faktor kekebalan, dan antioksidan dalam ASI. 

Akan tetapi, penyimpanan ASI ternyata dapat mempengaruhi kualitas ASI yang diberikan. Kandungan protein dan lemak dalam ASI dipengaruhi oleh lama dan suhu penyimpanan, serta cara mencairkan. Apabila penyimpanan ASI tidak tepat, nutrisi dari ASI yang diberikan pada buah hati juga bisa berkurang. 

Apa Saja yang Perlu Bunda Persiapkan? 

Dalam menyimpan ASI perah, persiapan dan pemilihan tempat merupakan hal yang krusial untuk menjaga kualitas ASI. Berikut terdapat 2 tahapan persiapan yang perlu Bunda perhatikan sebelum menyimpan ASI, antara lain: 

Sebelum Memerah / Pumping ASI 

Sebelum pumping ASI, Bunda perlu menerapkan langkah berikut agar buah hati terhindar dari kuman dan bakteri saat meminum ASI, ya! Berikut langkah-langkahnya

  • Cuci tangan terlebih dahulu menggunakan sabun dan dengan air mengalir.
  • Periksa dan pastikan alat pumping yang digunakan dalam keadaan bersih.
  • Bersihkan tombol pump dengan menggunakan tissue desinfektan.

Sebelum Storing atau Disimpan 

Sebelum menyimpan ASI, Bunda perlu memilih kemasan atau wadah yang tepat sebagai berikut: 

  • Memilih wadah ASI dalam kemasan penyimpanan khusus ASI atau wadah bersih berbahan food grade
  • Memilih wadah dapat terbuat dari kaca atau plastik dengan adanya penutup yang rapat. 
  • Hindari menggunakan kantong plastik atau botol sekali pakai

Pedoman Penyimpanan ASI di Lemari Pendingin  

pedoman-penyimpanan
Sumber: Freepik 

Setelah melakukan tahapan-tahapan di atas, kita lanjut ke penyimpanan di lemari pendingin. Bunda perlu memperhatikan suhu dan lama penyimpanan sesuai dengan jenis ASI yang disimpan dengan mengikuti pedoman berikut 

Jenis ASI Tempat penyimpanan ASI
Ruangan ± 25oC (Suhu ruang)Lemari pendingin4oCFreezer± (-18oC) 
Freshly pumped(Baru di-pumping)<4 jam <4 hariTerbaik: 6 bulan Bisa diterima: 6-12 bulan
Setelah dicairkan (Sebelumnya beku) 1-2 jam 24 jam Susu yang sudah dicairkan tidak boleh lagi dibekukan
Sisa ASI yang diminum bayi Gunakan dalam 2 jam setelah dari bayi selesai konsumsi ASI 

Tips dan Trik Menyimpan ASI 

Dalam menyimpan di lemari pendingin, ternyata ada tips dan trik berikut lho yang bisa diterapkan oleh Bunda di rumah

1. Beri Label Penyimpanan  

Berikan label tanggal ASI diperah dalam botol penyimpanan. Hal ini diperlukan untuk memudahkan memonitor lama penyimpanan dan mencegah penyimpanan ASI dalam jangka waktu terlalu panjang. 

2. Perhatikan Letak Penyimpanan

Simpan ASI bagian dalam freezer atau lemari pendingin, dan bukan di bagian pintunya. Hal ini dikarenakan bagian tersebut merupakan bagian paling hangat dan rentan akan penurunan dan peningkatan suhu. 

3. Volume ASI yang Disimpan 

Jumlah ASI yang disimpan bisa dalam jumlah kecil yaitu 60-120 ml untuk menghindari sisa yang terlalu banyak. Menyimpan ASI hingga botol penuh perlu dihindari, setidaknya berikan ruang sebanyak 2,5 cm untuk pembekuan. 

Lakukan Ini Sebelum Memberi ASI Perah pada Anak 

lakukan-sebelum-memberi-asi
Sumber: Freepik 

Berikut adalah tips bagi Bunda untuk memberikan ASI terkhusus untuk ASI yang sudah disimpan dalam lemari pendingin dan freezer

Cara Thawing atau Mencairkan  

Dalam mencairkan ASI beku, perhatikan beberapa hal berikut ini: 

  • Cairkan ASI yang telah disimpan paling lama terlebih dahulu 
  • Cairkan ASI di bawah air mengalir yang hangat, wadah berisi air hangat, atau semalaman di lemari pendingin
  • Gunakan susu yang sudah dicairkan dalam waktu 2 jam setelah mencapai suhu ruang atau sudah dihangatkan
  • Hindari mencairkan atau memanaskan ASI di microwave karena dapat merusak zat gizi

Cara Menghangatkan ASI 

ASI dapat disajikan dalam keadaan hangat, suhu ruang, atau bahkan dingin pada anak. Namun, Bunda bisa lho memilih untuk memberikan ASI hangat dengan mengikuti tahapan berikut

  • Tempatkan botol ASI bertutup dalam wadah berisi air hangat atau air mengalir hangat
  • Hindari memanaskan ASI langsung di atas kompor atau dalam microwave 

Sebelum diberikan pada anak, Bunda bisa memeriksa suhu ASI terlebih dahulu apakah sudah sesuai dan tidak terlalu panas. Goyangkan ASI dalam botol tersebut agar kandungan lemak bisa tercampur sempurna. 

Nah itu dia Bunda, cara penyimpanan hingga thawing dan pemberian ASI perah yang tepat pada anak. Yuk Bunda, pahami dan terapkan cara penyimpanan ASI yang tepat agar nutrisi yang diberikan pada buah hati lengkap!

Baca Juga: Rahasia Sukses MPASI Anak, Anti Bingung Lagi!

Referensi

  1. Breast Milk Storage and Preparation | CDC (Centers for Disease Control and Prevention) 
  2. Pengaruh Lama & Suhu Penyimpanan Asi Serta Cara Mencairkan ASI Beku Terhadap Kadar Protein Asi (2019), Jurnal Kesehatan Lentera ‘Aisyiyah 
  3. Pengaruh Lama Dan Suhu Penyimpanan Terhadap Tingkat Keasaman ASI Bertemperatur Rendah (2024), Jurnal Riset Kesehatan Nasional 

Editor: Eka Putra Sedana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *