Sudah Tahu Status Gizimu? Ini Cara Menentukannya

Apakah kamu salah satu dari orang yang merasa tubuh kamu terlalu kurus atau justru terlalu gemuk? Jika iya, ini saatnya untuk mengenal lebih jauh status gizi tubuhmu. Status gizi tidak dapat hanya dilihat berdasarkan penampilan fisik secara subjektif. Kondisi tubuh yang terlihat lebih kurus atau gemuk dibandingkan sebayanya belum tentu menandakan bahwa orang tersebut memiliki status gizi yang kurang maupun berlebih. Salah satu cara paling mudah dan umum digunakan untuk mengetahui status gizi seseorang yaitu dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT).  

Apa itu Indeks Massa Tubuh?

Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan ukuran yang paling umum digunakan untuk mengetahui status gizi pada orang dewasa (≥ 18 tahun) yang didasarkan dari perbandingan antara berat badan dan tinggi badan seseorang. Indeks ini dikembangkan oleh Adolphe Quetelet pada awal abad ke-19 dan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui apakah seseorang tergolong kurus, ideal, gemuk, atau bahkan obesitas. 

Perlu diketahui juga bahwa penentuan status gizi menggunakan IMT ini tidak dapat diterapkan bagi kelompok usia tertentu, seperti bayi, anak, dan remaja yang masih dalam masa pertumbuhan, serta lansia yang sudah bungkuk atau tidak dapat lagi berdiri dengan sempurna. Selain itu, IMT ini juga tidak dapat dijadikan patokan untuk menilai status gizi pada kondisi khusus, seperti ibu hamil yang terus mengalami penambahan berat badan karena adanya janin yang dikandung, atlet dengan persentase otot yang tinggi, serta pasien dengan penyakit tertentu yang mengalami penumpukan cairan pada bagian tubuhnya, seperti ascites, oedema, dan hepatomegali. 

1. Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh

    Untuk mengetahui nilai IMT, kamu bisa menghitungnya dengan rumus berikut ini:

    IMT = BB (kg) / (TB (m))2

    Keterangan:

    BB = Berat Badan (kilogram)

    TB = Tinggi Badan (meter)

    Contoh:

    Seorang perempuan berusia 23 tahun memiliki berat badan 55 kg dengan tinggi badan 158 cm. Berapakah nilai IMT-nya?

    IMT = 55 kg / (1,58 m)2

    = 55 / 2,49

    = 22 kg/m2

    Jadi, dari perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa perempuan berusia 23 tahun tersebut dengan berat badan 55 kg dan tinggi badan 158 cm memiliki IMT 22 kg/m2.

    Penentuan Status Gizi berdasarkan IMT

    Untuk menentukan status gizi, hasil perhitungan nilai IMT kemudian diklasifikasikan menurut kategori yang telah ditetapkan. Terdapat berbagai macam sumber yang dapat dijadikan sebagai pedoman pengklasifikasian status gizi berdasarkan IMT, seperti klasifikasi WHO (2000), WHO Asia Pasifik (2000), maupun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2014). 

    Di Indonesia sendiri, klasifikasi yang paling umum digunakan untuk menentukan status gizi yaitu berdasarkan klasifikasi IMT oleh Kemenkes RI (2014) yang tertulis dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang. Klasifikasi ini juga biasa digunakan dalam penentuan status gizi di berbagai survey kesehatan nasional di Indonesia. 

    Akan tetapi, klasifikasi status gizi berdasarkan WHO Asia Pasifik (2000) juga banyak digunakan oleh para tenaga kesehatan/ tenaga medis di Indonesia. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa klasifikasi ini lebih cocok untuk menentukan status gizi overweight dan obesitas bagi populasi dewasa di Indonesia. Dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI tahun 2025 terbaru No. HK.01.07/MENKES/509/2025 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Obesitas Dewasa, dasar klasifikasi yang digunakan untuk menentukan status gizi yaitu WHO Asia Pasifik (2000). 

    Untuk tahu lebih lengkap tentang penentuan status gizi berdasarkan IMT, berikut ini klasifikasinya: 

    1. Klasifikasi Kemenkes RI, 2014

    Berikut ini merupakan kategori status gizi berdasarkan IMT oleh Kemenkes RI tahun 2014

    Indeks Massa Tubuh (IMT)Kategori Status Gizi
    < 17,0 kg/m2Sangat kurus
    17,0 – 18,4 kg/m2Kurus
    18,5 – 25,0 kg/m2Normal
    25,1 – 27,0 kg/m2Gemuk/ Overweight
    > 27,0 kg/m2Obesitas

    2. Klasifikasi WHO Asia Pasifik, 2000

    Berikut ini merupakan kategori status gizi berdasarkan IMT oleh WHO untuk populasi Asia Pasifik tahun 2000.

    Indeks Massa Tubuh (IMT)Kategori Status Gizi
    < 18,5 kg/m2Underweight
    18,5 – 22,9 kg/m2Normal
    23,0 – 24,9 kg/m2Overweight
    25,0 – 29,9 kg/m2Obese I
    ≥ 30,0 kg/m2Obese II

    Perbedaan dari kedua klasifikasi tersebut, terletak pada kategori status gizi untuk overweight dan obesitas. Akan tetapi tidak perlu khawatir, kedua sumber tersebut dapat kamu jadikan sebagai referensi dalam menentukan status gizimu saat ini karena keduanya berasal dari sumber yang akurat dan telah melalui proses pengkajian yang cukup panjang. 

    Jika kita melihat hasil perhitungan pada contoh kasus di atas, perempuan berusia 23 tahun tersebut dengan IMT 22 kg/m2 memiliki status gizi Normal, baik berdasarkan Kemenkes RI (2014) maupun WHO Asia Pasifik (2000). 

    Sudahkah kalian hitung dan apa kategori status gizimu saat ini? 

    Jika status gizimu berada pada kategori kurus/ underweight, gemuk/ overweight, atau bahkan obesitas, segera perbaiki pola dan kualitas makananmu, olahraga teratur, dan jangan ragu untuk konsultasikan diet yang tepat sesuai kondisi tubuhmu kepada Ahli Gizi.  

    Baca Juga: Ayo Mulai Hitung Status Gizi Anak dengan 5 Langkah Mudah demi Masa Depan Anak!

    Referensi

    1. The Asia-Pasific Perspective: Redefining Obesity and Its Treatment (2000), World Health Organization & Health Communications Australia
    2. Bahan Ajar Gizi: Penilaian Status Gizi (2017), Kemenkes RI
    3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang (2014), Menkes RI
    4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/509/2025 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Obesitas Dewasa
    5. Three Body Mass Index Classification Comparison In Predicting Hypertension Among Middle-Aged Indonesians (2023), Media Gizi Indonesia
    6. The Urgency in Proposing The Optimal Obesity Cutoff Value in Indonesian Population: A Narrative Review (2022), Medicine

    Editor: Eka Putra Sedana

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Banner TikTok