Probiotik Bisa Jadi Game Changer Buat PCOS?

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan gangguan endokrin yang paling umum terjadi pada wanita usia reproduktif, dengan prevalensi sekitar 8–13% secara global. PCOS dapat memengaruhi sistem tubuh yang berbeda sehingga menyebabkan gangguan menstruasi, infertilitas, alopesia (kerontokan rambut yang tidak normal), jerawat dan hirsutisme (pertumbuhan rambut kasar yang berlebihan pada wanita di area yang biasanya ditumbuhi rambut pada pria seperti area wajah, dada, punggung akibat tingginya hormon androgen/hormon pria). Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kesuburan, tetapi juga meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, serta gangguan psikologis. Dalam beberapa tahun terakhir, probiotik mendapat perhatian besar sebagai terapi pendukung non-farmakologis dalam manajemen PCOS, terutama melalui modulasi mikrobiota usus. Yuk kita bahas lebih lanjut!

Apa itu Probiotik?

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang apabila dikonsumsi dalam jumlah adekuat dapat memberikan manfaat kesehatan bagi inangnya melalui penyeimbangan mikroba usus. Salah dua jenis probiotik yang paling sering digunakan berasal dari genus Lactobacillus helveticus  dan Bifidobacterium longum yang memiliki efek anti oksidan dan anti inflamasi. Probiotik efektif dalam mengatasi intoleransi laktosa, penyakit radang usus, mencegah autoimun, merangsang sistem kekebalan tubuh, menurunkan kolesterol melalui dekonjugasi asam empedu, mengatur berat badan dan lipid serum, menurunkan tekanan darah, serta mencegah dan menyembuhkan infeksi. Probiotik juga bermanfaat karena memiliki sifat anti kanker yang mencegah aterosklerosis dan kanker. Dalam beberapa waktu terakhir, penggunaan probiotik mendapat sorotan yang besar dari masyarakat karena efeknya yang signifikan terhadap berbagai penyakit reproduksi, salah satunya PCOS.

Hubungan Usus & PCOS (Gut-Hormone Axis)

Kondisi gangguan metabolik pada penderita PCOS menyebabkan disbiosis mikrobiota usus, yaitu perubahan pada komposisi mikrobiota usus, khususnya pada keragaman Alpha dan Beta. Perubahan ini mengakibatkan  perubahan fungsi usus, mengganggu fungsi reseptor insulin, meningkatkan produksi androgen (hormon pria) di ovarium sehingga menghambat perkembangan folikel normal. Berbagai penelitian menunjukkan perbaikan disbiosis mikrobiota dengan probiotik berpotensi signifikan pada penderita PCOS.

Mekanisme Kerja Probiotik dengan PCOS

Asam lemak rantai pendek (SCFAs), yang diproduksi oleh mikrobiota usus melalui fermentasi, memainkan peran penting dalam mengatur aktivitas metabolik dan bermanfaat dalam mengurangi resistensi insulin serta memperbaiki gejala PCOS. 

Sumber: Unsplash

Menurut penelitian, bakteri yang memproduksi SCFAs di usus wanita dengan PCOS lebih sedikit dibandingkan dengan wanita sehat. Efektivitas penggunaan probiotik telah terbukti dapat memperbaiki kondisi wanita dengan PCOS. Konsumsi probiotik secara rutin dapat memperbaiki ketidakseimbangan mikrobiota usus dan meningkatkan produksi SCFAs.

Sumber Probiotik 

Makanan fermentasi, seperti beberapa jenis susu (yang merupakan minuman yang banyak dikonsumsi), telah terbukti sebagai makanan fungsional yang baik karena mengandung bakteri probiotik, seperti L. helveticus, yang mampu merangsang produksi enzim calcineurin, enzim yang bermanfaat sebagai antiinflamasi. Adapun sumber probiotik lain diantaranya : 

1. Yoghurt

2. Keju

3. Kefir

4. Sourdough

5. Kombucha

6. Tempe

7. Natto

8. Miso

9. Kimchi

10. Sauerkraut 

Sebagian besar probiotik disarankan untuk dikonsumsi saat perut kosong atau bersamaan dengan makanan untuk meningkatkan peluang bakteri baik bertahan hidup. Namun, pastikan selalu membaca anjuran yang tertera konsumsi yang tertera pada label makanan. 

Nah, ApleFriends itu tadi penjelasan terkait probiotik yang ternyata sangat bermanfaat untuk mengatasi PCOS. Selain itu, perhatikan pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, tidur yang cukup serta kelola stres dengan baik sangat membantu kamu untuk mengatasi PCOS. 

Baca Juga: Dari PCOS Menjadi Kanker: Apa Hubungannya?

Referensi : 

1. Effects of supplementation with two probiotic strains (Lactobacillus helveticus and Bifidobacterium longum) on hormonal status, oxidative stress, and clinical symptoms in women with polycystic ovary syndrome: a randomized clinical trial (2025), Nutrition Journal

2. Beneficial Effects of Probiotics on Benign Gynaecological Disorders: A Review (2023), Nutrients

3. Gut Microbiota and Polycystic Ovary Syndrome (PCOS): Understanding the Pathogenesis and the Role of Probiotics as a Therapeutic Strategy (2024), Probiotics And Antimicrobial Proteins

4. The effect of probiotics, prebiotics, and synbiotics on hormonal and inflammatory indices in women with polycystic ovary syndrome: a systematic review and meta-analysis (2019), European Journal of Nutrition

5. Functional Foods, Nutraceuticals and Probiotics: A Focus on Human Health (2022), Microorganism

Editor : Eka Putra Sedana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner TikTok