Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, banyak orang mendambakan cara mudah dan praktis untuk menurunkan berat badan. Salah satu yang sering mencuri perhatian adalah teh hijau atau green tea.
Namun, apakah teh hijau benar-benar efektif membantu penurunan berat badan, atau hanya sekadar fenomena viral tanpa dasar ilmiah yang kuat? Artikel ini akan mengulas secara objektif berdasarkan penelitian ilmiah!
Apa itu Teh Hijau?
Teh hijau berasal dari daun Camellia sinensis, sama seperti teh hitam dan teh oolong. Bedanya, teh hijau diproses seminimal mungkin sehingga kandungan antioksidannya tetap tinggi. Salah satu senyawa yang paling terkenal adalah epigallocatechin gallate (EGCG). Antioksidan kuat yang disebut-sebut sebagai “senjata rahasia” teh hijau dalam membantu menurunkan berat badan.
Efektivitas Teh Hijau dalam Penurunan Berat Badan
Sebuah penelitian gabungan menunjukkan bahwa suplemen teh hijau bisa membantu menurunkan berat badan sekitar 1,8 kg, mengecilkan lingkar pinggang hingga 2 cm, dan menurunkan indeks massa tubuh (IMT). Utamanya jika dikonsumsi dalam dosis tinggi (sekitar 800 mg per hari) selama kurang dari 3 bulan. Penelitian lain juga menemukan manfaat serupa dengan dosis yang lebih rendah (100–460 mg EGCG per hari), apalagi jika dikombinasikan dengan kafein.
Akan tetapi, ada salah satu studi pada wanita obesitas yang menunjukkan bahwa mengkonsumsi 300 mg EGCG setiap hari selama 12 minggu tidak memberikan hasil berarti, terutama jika tidak diiringi pola makan sehat dan olahraga. Artinya, teh hijau bisa membantu menurunkan berat badan, tapi tetap perlu didukung gaya hidup sehat.
Bagaimana Teh Hijau Membantu Menurunkan Berat Badan?
1. Meningkatkan Pembakaran Lemak
Katekin dalam teh hijau berperan penting dalam membantu pembakaran lemak dan menurunkan berat badan. Senyawa ini bekerja dengan mendukung sistem saraf simpatik, yaitu sistem yang aktif saat kita bergerak atau stres. Saat sistem ini aktif, tubuh melepaskan norepinefrin (NE), zat yang membantu memecah lemak di bawah kulit, hati, dan otot untuk dijadikan energi.
Teh hijau memperkuat efek ini dengan menghambat enzim yang biasanya memperlambat kerja norepinefrin. Sehingga pembakaran lemak berlangsung lebih lama dan lebih efektif. Jika proses ini terjadi secara konsisten, tubuh akan lebih banyak menggunakan lemak sebagai energi, yang pada akhirnya bisa mengurangi berat badan dan lemak tubuh, termasuk lemak perut.
2. Menurunkan Nafsu Makan
Teh hijau mengandung katekin, yaitu senyawa alami yang membantu hati membakar lemak lebih efisien. Ketika hati aktif mengubah lemak menjadi energi, tubuh tidak terlalu merasa lapar, karena sudah mendapat “bahan bakar” dari proses tersebut.
Rasa lapar yang lebih terkendali membuat nafsu makan ikut turun. Artinya, kita jadi makan lebih sedikit tanpa merasa kelaparan. Nah, saat asupan makanan berkurang, tubuh mulai mengambil cadangan lemak—termasuk lemak di area perut—untuk mencukupi kebutuhan energi. Dengan cara inilah teh hijau secara alami mendukung penurunan berat badan.
3. Mengurangi Penyerapan Gula
Penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa katekin bisa menghambat enzim-enzim yang biasanya membantu tubuh mencerna dan menyerap gula dari makanan, seperti enzim α-amilase dan α-glukosidase.
Selain itu, studi lain menunjukkan bahwa katekin dapat mengurangi masuknya gula ke dalam sel-sel usus, serta menghambat saluran khusus yang bertugas membawa gula ke dalam tubuh. Dengan kata lain, teh hijau bisa membantu menurunkan jumlah gula yang diserap tubuh setelah makan, yang berkontribusi pada pengendalian berat badan.
Teh Hijau Sehat, Tapi Overdosis Katekin Bisa Bahaya
Minum teh hijau dari seduhan daun setiap hari umumnya aman, bahkan jika mengandung EGCG hingga 704 mg. Namun, suplemen teh hijau dengan dosis tinggi (≥800 mg EGCG per hari) berisiko menyebabkan gangguan hati hingga kasus hepatitis.
Oleh karena itu, lembaga seperti Food and Drug Administration (FDA) dan European Food Safety Authority (EFSA) menyarankan agar konsumsi EGCG dari suplemen teh hijau <600–800 mg per hari (direkomendasikan 2–4 cangkir sehari). Lebih aman memilih teh hijau dalam bentuk seduhan daun dibandingkan suplemen.
Kesimpulan
Aple Friends, Teh hijau terbukti secara ilmiah dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara berbagai mekanisme. Meski efeknya tidak drastis, hasilnya akan lebih terasa jika dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan olahraga rutin.
Konsumsi teh hijau dalam bentuk seduhan daun juga dinilai aman dibanding suplemen dosis tinggi. Jadi, tak ada salahnya mulai memasukkan teh hijau ke dalam gaya hidup sehat sebagai langkah kecil menuju tubuh yang lebih bugar dan ideal.
Baca Juga: Teh Hijau Dapat Mengatasi Bau Mulut? Ini Fakta dan Cara Kerjanya!
Referensi
- Therapeutic Properties of Green Tea: A Review (2022), Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science
- The Effect of Green Tea Supplementation on Obesity: A Systematic Review and Dose–Response Meta-analysis of Randomized Controlled Trials (2020), Phytotherapy Research
- The Effects of Polyphenol Supplementation in Addition to Calorie Restricted Diets and/or Physical Activity on Body Composition Parameters: A Systematic Review of Randomized Trials (2020), Frontiers in Nutrition
- Metabolisme Katekin Teh Hijau dan Manfaat Kesehatan Terhadap Obesitas (2023), Warta BSIP Perkebunan
- Liver-Related Safety Assessment of Green Tea Extracts in Humans: a Systematic Review of Randomized Controlled Trials (2017), European Journal of Clinical Nutrition
Editor: Mentari Suci Ramadhini Sujono, S.Gz., Dietisien