Tips dan Trik Jitu Mencegah Penyakit Saat Libur Akhir Tahun

Sebuah studi dari jurnal Stress and Health menemukan bahwa peningkatan mendadak dalam aktivitas sosial dan perubahan rutinitas selama musim liburan dapat melemahkan respons kekebalan tubuh. Hal ini membuat banyak orang jatuh sakit tepat saat mereka seharusnya bersenang-senang,. Masa liburan akhir tahun, yang seharusnya menjadi periode pemulihan, justru menjadi masa kritis bagi kesehatan.

Masyarakat usia produktif sering kali menghadapi tiga tantangan utama saat liburan. Tiga tantangan itu adalah kurang tidur akibat perjalanan, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, dan paparan virus di keramaian bandara atau pusat perbelanjaan. Tubuh dihadapkan pada serangan ganda: stres fisik dan banjir patogen. Penyakit di akhir tahun bukan hanya nasib buruk; itu adalah kegagalan perencanaan.

Memenangkan Pertempuran di Udara dan Darat

Perjalanan adalah jalur transmisi virus yang paling efisien. Ruangan tertutup di pesawat, kereta, atau bus adalah tempat ideal bagi kuman untuk berpindah. Mengalahkan kuman di peak season memerlukan pendekatan yang strategis.

1. Protokol Kebersihan Tangan yang Keras

Seringkali, pencegahan penyakit ditekankan pada pemakaian masker, namun kebersihan tangan adalah kunci. Permukaan di pesawat (meja lipat, sandaran tangan, touchscreen hiburan) penuh dengan kuman. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menekankan bahwa mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik atau menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol 60% secara teratur adalah pertahanan terkuat. Tindakan pencegahan harus dilakukan sebelum menyentuh wajah atau makanan.

2. Kualitas Udara di Pesawat

Udara di pesawat memang difilter, tetapi risiko paparan tetap tinggi dari batuk dan bersin penumpang di sekitar. Mempertimbangkan penggunaan semprotan hidung saline (air garam steril) sebelum dan sesudah penerbangan dapat membantu. Semprotan hidung ini berfungsi menjaga membran mukosa hidung tetap lembab. Membran mukosa yang lembab lebih resisten terhadap infeksi virus.

Mengimbangi Pesta dengan Perisai

Musim liburan identik dengan konsumsi makanan berlebihan. Makanan ini seringkali kaya akan gula dan karbohidrat olahan. Konsumsi ini memberikan beban kerja yang berat pada sistem pencernaan. Konsumsi ini juga memicu peradangan.

1. Strategi “Kekuatan Sayuran Pertama”

Sebelum menghadiri pesta besar atau mencicipi hidangan liburan yang menggoda, pastikan mengonsumsi porsi besar sayuran hijau, buah-buahan, dan protein tanpa lemak. Mengisi perut dengan nutrisi padat ini akan mengurangi ruang untuk makanan yang kurang sehat.

Ahli Nutrisi Klinis menyarankan fokus pada Vitamin C, Vitamin D, dan Zinc. Nutrisi ini dikenal mendukung fungsi kekebalan tubuh. Mengonsumsi suplemen Vitamin D dapat membantu mengisi kekurangan yang terjadi akibat kurangnya paparan sinar matahari selama musim hujan atau perjalanan.

2. Memanajemen Hidrasi dan Alkohol

Dehidrasi melemahkan tubuh. Dehidrasi membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Konsumsi alkohol yang berlebihan juga menekan sistem kekebalan tubuh. Aturan sederhana: untuk setiap gelas alkohol, minum satu gelas air mineral. Strategi ini membantu menjaga hidrasi. Strategi ini juga membatasi konsumsi alkohol.

Musuh Tak Terlihat dari Dalam

Ironisnya, persiapan liburan, bepergian, dan pertemuan keluarga yang intens seringkali menghasilkan tingkat stres yang tinggi. Stres yang berkepanjangan meningkatkan produksi hormon kortisol. Hormon ini menekan respons imun.

1. Tetapkan Batasan Realistis

Stres seringkali berasal dari harapan yang tidak realistis untuk menciptakan ‘liburan sempurna’. Tetapkan batasan pada komitmen sosial dan profesional. Memberi waktu luang yang cukup untuk diri sendiri (disebut Me-Time atau buffer time) harus diutamakan.

Psikolog Kesehatan merekomendasikan teknik pernapasan dalam. Teknik pernapasan ini berfungsi selama momen-momen yang membuat stres. Teknik ini membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatik. Pengaktifan ini mendorong relaksasi.

2. Tidur Sebagai Prioritas Utama

Kurang tidur adalah faktor risiko terbesar untuk jatuh sakit. Selama tidur, tubuh menghasilkan sitokin, yaitu protein yang melawan peradangan dan infeksi. Jangan korbankan waktu tidur demi pesta atau perjalanan dini. Minimal 7-9 jam tidur berkualitas harus dipastikan. Hal ini adalah investasi terbaik untuk kekebalan tubuh.

Mencegah Komplikasi Pasca Liburan

Banyak orang jatuh sakit justru setelah mereka kembali dari liburan. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang lelah mulai bereaksi terhadap patogen yang dikumpulkan selama perjalanan.

Pakar Kesehatan Masyarakat menyarankan periode dekompresi singkat. Periode ini berlangsung selama 1-2 hari setelah kembali. Periode ini harus fokus pada istirahat total, hidrasi, dan konsumsi makanan utuh yang kaya nutrisi.

Rutinitas kebersihan pribadi, seperti mencuci atau membersihkan barang bawaan segera, juga dapat mengurangi potensi penyebaran kuman yang terbawa dari perjalanan. Liburan berakhir, tetapi kewaspadaan kesehatan harus tetap tinggi.

Kunci Liburan yang Berhasil Adalah Keseimbangan

Mencegah penyakit saat liburan akhir tahun bukanlah takdir. Ini adalah hasil dari perencanaan yang cerdas dan kesadaran diri. Tiga pilar utama harus dipegang teguh: kebersihan tangan yang obsesif, gizi yang strategis untuk mengimbangi indulgence, dan manajemen stres serta tidur yang ketat.

Bagi setiap individu usia produktif, jadikan kesehatan sebagai prioritas utama liburan. Jangan biarkan penyakit menjadi souvenir yang dibawa pulang. Liburan adalah waktu yang berharga. Liburan yang sukses adalah liburan yang diakhiri dengan tubuh yang segar dan pikiran yang tenang.

Baca Juga: 7 Tips Ampuh Menghindari Berat Badan Naik Pasca Liburan!

Referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner TikTok