
Sumber : Innertrue.com
Jerawat merupakan masalah kulit yang umum dan dialami oleh sebagian besar remaja serta banyak orang dewasa. Selain pengobatan dermatologis yang diresepkan oleh dokter, sebagian orang mencari solusi alami untuk mengatasi jerawat. Belakangan ini dunia kesehatan dan kecantikan mulai melirik satu molekul yang berasal dari mikroalga laut yakni Astaxanthin. Sering dijuluki sebagai “Raja Antioksidan” karena sifat antioksidannya disebut memiliki kekuatan berkali lipat lebih kuat dibanding Vitamin C.
Apakah suplemen berwarna merah cerah ini benar – benar efektif untuk membantu melawan jerawat, atau hanya sekadar tren belaka? Mari kita simak penjelasan berikut ini.
Apa Itu Astaxanthin?
Astaxanthin adalah pigmen karotenoid alami yang memberikan warna merah pada hewan laut seperti lobster, udang, salmon. Yang berasal dari mikroalga Haematococcus Pluvialis, dalam dunia dermatologi Astaxanthin dikenal sebagai antioksidan non-pro-oksidan. Yang artinya ia dapat menetralkan radikal bebas tanpa pernah berubah menjadi radikal bebas itu sendiri – merupakan keunggulan yang tidak dimiliki banyak antioksidan lain.
Dimana Letak Efektivitas Astaxanthin?
Keunggulan unik Astaxanthin terletak pada struktur molekulnya. Tidak seperti Vitamin C yang hanya larut air atau Vitamin E yang hanya larut lemak, Astaxanthin memiliki struktur “polar–nonpolar–polar” yang memungkinkannya menembus seluruh lapisan membrane sel. Ia juga bekerja di lapisan dermis dan epidermis, untuk menjaga sel kulit dari dalam hingga ke permukaan.
Siapa Yang Membutuhkan Astaxanthin?
Siapa saja yang sedang berjuang dengan masalah kulit berbasis peradangan (inflammatory acne). Jika kalian memiliki jenis jerawat yang sering membengkak, terasa nyeri, dan meninggalkan bekas kemerahan (PIE), Astaxanthin bisa menjadi salah satu faktor pendukung yang kuat. Selain itu, individu yang sering terpapar polusi dan sinar matahari (faktor oksidatif) juga sangat disarankan untuk mengonsumsi suplemen tersebut.
Kapan Astaxanthin harus di Konsumsi?
Untuk konsumsi oral, waktu terbaik adalah segera dikonsumsi setelah makan karena sifatnya yang larut lemak memerlukan bantuan lemak makanan agar terserap optimal oleh tubuh. Perlu diingat Astaxanthin bukanlah Solusi instan seperti obat totol jerawat yang memberikan hasil dalam semalam. Berdasarkan hasil studi klinis, perbaikan tekstur kulit dan penurunan tingkat peradangan biasanya terlihat setelah penggunaan rutin selama 4 hingga 8 minggu.
Mengapa Astaxanthin Unggul Untuk Jerawat?
Jerawat bukan hanya soal bakteri, tapi juga soal stress oksidatif dan inflamasi. Mengapa Astaxanthin sangat penting? Karena ia mampu menekan produksi sitokin pro–inflamasi dalam tubuh. Dengan kata lain, Astaxanthin dapat membantu meredam peradangan di kulit. Selain itu, ia dapat mencegah degradasi kolagen, sehingga kulit tetap kenyal meskipun sedang berperang melawan jerawat.
Bagaimana Cara Astaxanthin Bekerja?
Bekerja melalui tiga mekanisme jalur utama yaitu :
1. Antioksidan
Menstabilkan radikal bebas yang sering kali memicu produksi minyak berlebih pada kulit wajah.
2. Anti–Inflamasi
Mengecilkan diameter jerawat yang sedang meradang.
3. Skin Barrier Support
Meningkatkan hidrasi kulit, sehingga kulit tidak mudah iritasi saat menggunakan obat jerawat dosis tinggi.
Menurut studi yang diterbitkan dalam Oxidative Medicine and Cellular Longevity (2019), Astaxanthin bertindak sebagai penyerap kejutan di dalam membran sel. Saat kulit mengalami stres akibat peradangan jerawat, Astaxanthin menangkap energi berlebih dari radikal bebas dan melepaskannya dalam bentuk panas yang tidak berbahaya bagi tubuh. Inilah mengapa astaxanthin disebut sebagai pelindung sel yang jauh lebih stabil dibandingkan antioksidan lainnya yang terkadang justru bisa menjadi pro-oksidan jika dosisnya tidak tepat.
Sains di Balik Astaxanthin: Bukan Sekadar Klaim
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Marine Drugs menunjukkan bahwa Astaxanthin mampu menghambat kerusakan DNA seluler akibat paparan sinar UV. Dalam konteks jerawat, paparan sinar matahari sering kali memperparah bekas jerawat menjadi lebih gelap dan sulit hilang. Dengan perlindungan internal dari Astaxanthin, dapat membantu proses pemulihan kulit (penyembuhan luka jerawat) menjadi jauh lebih cepat.
Penelitian lain dalam Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition juga menunjukkan bahwa subjek yang mengonsumsi Astaxanthin secara rutin mengalami peningkatan kelembaban kulit yang signifikan. Hal ini sangat krusial bagi seorang pejuang jerawat, karena kulit yang terhidrasi dengan baik memiliki kemampuan lebih baik untuk mengeluarkan komedo secara alami tanpa menimbulkan peradangan baru.
Astaxanthin memang bukanlah “obat tunggal” untuk jerawat, namun dapat menjadi salah satu faktor pendukung selama masa penyembuhan, terutama jika masalah utama anda adalah peradangan kronis serta kulit yang sensitif. Dengan menggabungkan diet sehat seperti mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, hidrasi yang cukup, dan perlindungan antioksidan dari Astaxanthin, Impian memiliki clear skin bukan lagi sekadar angan – angan.
Namun, perlu diingat untuk selalu konsultasikan dengan tenaga profesional kesehatan atau ahli gizi sebelum memulai suplementasi baru. Terutama jika anda memiliki kondisi medis tertentu.
Referensi :
- Cosmetics Benefits of Astaxanthin on Humans Subjects (2012), Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition
- Astaxanthin in Skin Health, Repair, and Disease: A Comprehensive Review (2018), Marine Drugs.
- Astaxanthin: Sources, Extraction, Stability, Biological Activities and Its Commercial Applications (2014), Marine Drugs.
- Astaxanthin: A Potential Therapeutic Agent in Cardiovascular Ailments, Neurological Diseases, and Skin Aging (2019), Oxidative medicine and cellular longevity Journal
Editor: Hasna Nur Mufidah S.Tr.Gz

