Konsumsi Obat dengan Pisang, Teman atau Lawan?

Pisang merupakan salah satu buah yang paling mudah ditemukan dan sering menjadi pilihan camilan sehari-hari. Rasanya yang manis, teksturnya yang lembut, serta kandungan gizinya yang beragam membuat banyak orang mengonsumsinya kapan saja. Tidak sedikit orang yang memilih makan pisang sebagai pendamping saat minum obat karena dianggap dapat membantu menelan obat dan mengurangi rasa pahit saat minum obat.

Di sisi lain, beredar anggapan bahwa pisang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat karena dapat membuat kerja obat tidak optimal atau bahkan membahayakan kesehatan. Benarkah demikian? Faktanya, tidak semua obat akan berinteraksi dengan pisang. Namun, pada kondisi tertentu, kandungan zat gizi dalam pisang memang dapat memengaruhi kerja beberapa jenis obat. 

Pisang dan Segudang Manfaatnya bagi Tubuh

Pisang dikenal sebagai buah yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh dan kesehatan. Satu porsi atau satu buah pisang ukuran sedang mengandung kalori sebesar 105 kkal, protein 1,29 g, lemak 0,4 g, karbohidrat 26,9 g, dan serat 3,07 g. Karbohidrat dalam pisang berfungsi sebagai sumber energi sedangkan serat menjaga kesehatan saluran cerna dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, terdapat kandungan zat gizi yang paling menonjol dalam pisang yakni kalium sebesar 422 mg/ 1 buah ukuran sedang. Kalium pada pisang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, menjaga fungsi otot dan saraf yang mengatur sistem kerja jantung. Bagi sebagian orang, mengonsumsi makanan yang kaya kalium seperti pisang akan memberikan manfaat kesehatan. Namun, pada kondisi tertentu, asupan kalium perlu dibatasi karena dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat.

Interaksi Pisang dan Obat

Interaksi antara makanan dan obat tentunya menjadi hal yang umum terjadi. Beberapa makanan dapat memengaruhi cara obat diserap oleh tubuh sehingga membuat obat bekerja kurang optimal. Pisang mengandung kalium yang cukup tinggi. Jika seseorang sedang mengonsumsi obat tertentu yang juga dapat meningkatkan kadar kalium, makan pisang dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan kalium menumpuk di dalam darah. Kondisi ketika kadar kalium dalam darah terlalu tinggi disebut hiperkalemia. 

Hiperkalemia dapat menyebabkan dapat menyebabkan kelemahan otot, kesemutan, dan gangguan irama jantung. Meskipun demikian, sebagian besar obat tetap aman dikonsumsi bersamaan dengan pisang bagi seseorang yang tidak memiliki gangguan jantung dan ginjal.

Obat Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Beberapa kelompok perlu memperhatikan jumlah konsumsi konsumsi pisang, terutama saat sedang menjalani terapi obat yang memengaruhi kadar kalium. Berikut jenis-jenis obat yang perlu diperhatikan.

  1. Obat Tekanan Darah 

Obat golongan Angiotensin Converting Enzyme (ACE) Inhibitor seperti captopril, lisinopril yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung. Obat ini dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah sehingga jika dikonsumsi dengan makanan tinggi kalium dapat menyebabkan kondisi hiperkalemia. Disisi lain, terdapat obat golongan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) seperti losartan dan valsartan yang juga meningkatkan kadar kalium sehingga konsumsinya perlu diperhatikan.

  1. Obat NSAID (Nonsteroidal Anti-inflammatory Drug) 

Beberapa jenis obat seperti ibuprofen, aspirin, asam mefenamat, diklofenak kalium yang berfungsi sebagai pereda nyeri  yang dikonsumsi dalam jangka waktu panjang terutama pada penderita gangguan ginjal perlu diperhatikan karena obat tersebut dapat menurunkan fungsi ginjal yang memengaruhi keseimbangan dalam tubuh.

  1. Diuretik Hemat Kalium

Obat diuretik dikenal dengan obat pelancar buang air kecil. Namun, ada jenis obat yang berfungsi untuk menyimpan dan mempertahankan kalium dalam tubuh yang disebut diuretik hemat kalium. Jenis obat ini antara lain spironolakton, amiloride, dan triamterene. Konsumsi ini harus diperhatikan agar tidak menyebabkan kadar kalium meningkat berlebihan.

  1. Obat bagi Penderita Gangguan Ginjal

Seseorang dengan gangguan ginjal kronis seringkali mengonsumsi obat untuk mengontrol tekanan darah dan menjaga fungsi ginjal. Pada kondisi ini, ginjal tidak dapat membuang kalium dengan baik. Akibatnya, kalium dari makanan seperti pisang dapat menumpuk dalam darah. Oleh karena itu, penderita gangguan ginjal mendapat anjuran khusus tentang konsumsi obat dan batas aman konsumsi makanan kaya kalium.

Tips Aman Mengonsumsi Pisang

Pada umumnya, minuman obat menggunakan air putih menjadi pilihan paling aman dan tidak memengaruhi kerja sebagian besar obat. Jika ingin mengonsumsi pisang, lakukan dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Bagi penderita penyakit ginjal atau pengguna obat yang dapat meningkatkan kadar kalium, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai jumlah pisang yang aman dikonsumsi. Selain itu, jangan menghentikan konsumsi buah-buahan hanya karena khawatir terjadi interaksi dengan obat. Setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda sehingga rekomendasi yang diberikan pun dapat berbeda.

Referensi 

  1. Bananas, raw | USDA Food Central
  2. Determination of Potassium Levels in Bananas Using an Optical Sensor with a Flat and Concave Mirror Plane (2021), Jurnal Penelitian Pendidikan IPA
  3. Effect of banana intake on serum potassium level in patients undergoing maintanance hemodialysis: A randomized controlled trial (2024), International Journal of Nursing Sciences
  4. Efek Penggunaan Obat Antihipertensi Bersamaan dengan Pisang (Musa Sp.) Terhadap Kadar Kalium Serum Tikus Wistar Model Hipertensi (2018), Journal of Agromedicine and Medical Sciences
  5. Kidney damage from nonsteroidal anti-inflammatory drugs- Myth or truth? Review of selected literature (2021),Pharmacology research & perspectives  
  6. Warning: the 9 everyday foods not to eat with medication | SAGA.co.uk  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner TikTok