Apple Friends sudah ada yang pernah mencoba hidangan Naniura atau justru baru mendengar nama hidangan tersebut? Jika Apple Friends lebih familiar dengan Sashimi maka kamu perlu mengenal lebih dekat Naniura yang saat ini banyak dikenal sebagai “Sashimi Ala Indonesia”.
Sashimi dikenal luas sebagai hidangan ikan mentah khas Jepang yang begitu mendunia. Namun, Indonesia juga memiliki hidangan serupa bernama Naniura yang menggunakan ikan mentah segar, tidak dimasak dengan proses pemanasan melainkan dengan bumbu rempah khas Batak sehingga menyajikan cita rasa khas kuliner Nusantara.
Sejarah dan Makna
Naniura adalah kuliner tradisional masyarakat Batak Toba, khususnya di pesisir Danau Toba, Sumatera Utara. Sebelum menjadi hidangan yang lebih dikenal di masyarakat luas, Naniura dahulu merupakan makanan khas kaum raja Batak yang hanya boleh dimasak oleh koki atau juru masak kerajaan. Namun, seiring dengan perkembangan zaman maka saat ini Naniura sudah lebih dikenal masyarakat umum. Kini, Naniura juga mudah dijumpai di rumah makan di daerah pesisir Toba dan menjadi salah satu ikon kuliner khas Sumatera Utara. Meskipun demikian, Naniura tetap mempertahankan reputasinya sebagai makanan yang spesial dan sering disajikan pada acara penting, seperti Bona Taon (perayaan tahun baru adat) atau pertemuan keluarga besar.
Bahan Dasar dan Rempah Autentik
Komposisi bahan dan bumbu rempah autentik menjadi kunci kelezatan seporsi hidangan Naniura. Bahan dasar Naniura adalah ikan segar yang dahulu berasal dari perairan Danau Toba seperti ikan mas (dekke), ikan gabus, ikan mujair atau ikan nila. Berikut adalah bahan yang dapat disiapkan Apple Friends sebelum membuat Naniura.
Bahan Utama:
- 1 ekor (1 kg) ikan mas segar atau jenis ikan lain sesuai selera
- 2 sdt garam
- 10 sdm air jeruk jungga
Bahan Sambal:
- 150 g kecombrang (honje), dikukus hingga lembut
- 1,5 sdm andaliman
- 1/2 sdt garam
Bahan Bumbu (sangrai hingga matang):
- 150 g bawang merah
- 50 g kemiri
- 50 g kacang tanah tanpa kulit
- 15 buah cabai merah keriting
- 3 cm jahe
- 3 cm kunyit
Cara Pengolahan yang Unik
Cara pengolahan Naniura sangat berbeda dari hidangan ikan pada umumnya, yaitu ikan tidak digoreng, direbus atau dibakar. Ikan segar dimarinasi dengan rempah khas batak untuk melunakkan dagingnya. Berikut adalah langkah-langkah membuat Naniura untuk mendapatkan hasil yang optimal.
- Persiapkan ikan: bersihkan ikan dengan hati-hati, buang sisik dan isi perutnya. Kemudian belah bagian punggung ikan, tetapi jangan sampai terputus hingga membentuk seperti kupu-kupu. Setelah itu bersihkan duri besar yang menempel pada daging ikan.
- Proses marinasi: letakkan ikan yang sudah dibersihkan di atas piring saji, lumuri seluruh bagian ikan dengan 6 sdm air jeruk jungga, bungkus piring berisi ikan dengan daun pisang atau plastik wrap kemudian simpan dalam suhu chiller selama 6 jam. Proses ini penting untuk “memasak” ikan dengan asam jeruk.
- Persiapan bumbu: sangrai semua bahan bumbu hingga matang dan harum kemudian haluskan menggunakan ulekan tradisional atau blender.
- Membuat sambal: kukus kecombrang kemudian haluskan hingga lembut, kemudian campur dengan andaliman dan garam. Tambahkan bumbu yang sudah disangrai dan dihaluskan ke dalam campuran sambal. Aduk semua bahan lalu tambahkan sisa air jeruk jungga hingga tercampur sempurna.
- Penyelesaian: setelah 6 jam maka keluarkan ikan dari kulkas, olesi seluruh permukaan ikan dengan bumbu dan sambal yang sudah dibuat. Naniura siap disajikan.
Perbedaan Naniura dan Sashimi
Naniura dan Sashimi menggunakan ikan mentah sebagai sajian hidangan, tetapi terdapat perbedaan yang cukup mencolok pada keduanya. Sashimi sebagai hidangan ikan mentah Jepang umumnya disajikan tanpa bumbu atau hanya dengan sedikit kecap dan saus. Penyajian Sashimi lebih menekankan keindahan penyajian dan rasa asli ikan laut.
Sedangkan Naniura sebagai hidangan ikan mentah khas Batak Toba disajikan dengan bumbu rempah khas Batak yang menghadirkan rasa asam, pedas dan umami. Perbedaan utama terletak pada cara penyajian dan pengolahannya, yaitu Naniura lebih menekankan cita rasa khas rempah Batak Toba pada ikan segar air tawar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun keduanya keduanya berasal dari konsep pengolahan ikan mentah, tetapi memiliki keunikan dan nilai budaya masing-masing.
Keamanan dan Nilai Gizi
Proses perendaman ikan dalam asam jungga dan andaliman tidak hanya memberikan rasa khas, tetapi juga membantu mengurangi risiko bakteri patogen. Penelitian Cahyani, A.A., dan Austini, R (2025) menunjukkan bahwa probiotik yang terbentuk selama proses fermentasi Naniura dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi, sehingga berpotensi sebagai pangan fungsional. Proses ini juga membantu menjaga kualitas ikan dan membuat Naniura lebih aman dikonsumsi dibandingkan ikan mentah biasa yang tanpa perendaman bumbu.
Kandungan protein ikan serta rempah memberikan nilai gizi yang baik saat dikonsumsi, tetapi konsumsi ikan mentah harus tetap memperhatikan kebersihan bahan dan cara pengolahan. Sehingga Apple Friends tidak perlu khawatir dengan keamanan Naniura untuk dikonsumsi, cukup pastikan diolah dengan menjaga higiene dan sanitasi.
Referensi
- Naniura, Sashimi ala Indonesia Hidangan Raja dari Tano Batak. Nikmatnya hidangan warisan leluhur dari tanah Sumatera Utara – Indonesia Kaya
- Resep Naniura Autentik, Sashimi ala Batak yang Lezat dan Mudah Dibuat | Liputan 6
- Perbandingan Sashimi dengan Naniura Berdasarkan Segi Kearifan Lokal (2023). Repository Universitas Sumatera Utara
- Naniura Sashimi Lokal dari Tanah Batak | RRI.co.id
- Aktivitas Antibakteri Probiotik pada Naniura Berbahan Ikan Nila Terhadap Bakteri Salmonella thypi (2025). Jurnal Pijar MIPA Universitas Mataram


