Tepache, Minuman Fermentasi Kulit Nanas Kaya Probiotik Khas Meksiko

Jika kita berbicara tentang buah nanas mungkin terbayangkan cita rasa manis, asam dan segar dari daging buahnya yang dapat dinikmati dari buah segar maupun olahan minuman, selai atau rujak. Namun, apakah pernah terbayangkan tentang olahan dari kulit nanas?

Di Meksiko terdapat minuman fermentasi kulit nanas yang populer dengan nama Tepache. Minuman ini digemari masyarakat lokal karena memiliki profil rasa unik dan mirip dengan kombucha. Ingin tahu lebih lanjut mengenai Tepache? Simak pada artikel berikut ini!

Apa itu Tepache?

Tepache adalah salah satu produk minuman hasil fermentasi yang berasal dari Meksiko. Bahan dasar tepache berasal dari seluruh bagian nanas kecuali daunnya. Tepache adalah minuman fermentasi yang memiliki kadar alkohol ringan dan dibuat secara tradisional. Minuman ini cukup populer di Meksiko karena memiliki kombinasi rasa manis buah, sedikit asam yang menyegarkan, bersoda alami dan memiliki aroma rempah hangat. 

Menawarkan Berbagai Manfaat Kesehatan

Proses fermentasi yang dilalui pada minuman tepache membuat produk tersebut kaya akan vitamin dan nutrisi, serta memberikan manfaat kesehatan tambahan. Minuman tepache berfungsi sebagai antimikroba berkat bakteriosin yang dihasilkan oleh bakteri dalam proses pembuatan, seperti Lactobacillus lactis dan Enterococcus faecium. Selain itu juga bermanfaat untuk pencernaan karena kandungan enzim bromelin dalam kulit nanas yang dapat melawan parasit dalam usus. 

Minuman sehat dan menyegarkan ini tentunya sangat menarik untuk dicoba. Jika tertarik untuk mencicipinya tidak perlu terbang jauh sampai ke Meksiko karena kamu dapat membuatnya sendiri di rumah.

Pembuatan Tepache yang Dapat Diikuti

Siapkan bahan-bahan dengan rincian sebagai berikut:

  • 1 buah nanas yang sudah matang (278 gram kulit nanas dan 130 gram daging nanas)
  • rempah-rempah jahe dan serai
  • 343 gram gula aren
  • 400 ml air minum

Proses pembuatan dapat dilihat pada skema diagram alir berikut:

Sumber: Erlingga A.Y., dkk (2024). Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Tips Penting untuk Fermentasi yang Berhasil

  • Kebersihan Wadah: Pastikan wadah yang digunakan sangat bersih dan steril untuk menghindari kontaminasi bakteri jahat yang dapat merusak proses fermentasi atau membuat produk tidak aman dikonsumsi.
  • Durasi Fermentasi: Jangan fermentasi terlalu lama, umumnya tidak lebih dari 3 hari. Fermentasi yang terlalu lama dapat menghasilkan rasa yang terlalu asam dan meningkatkan kandungan alkohol.
  • Variasi Produk: Setelah fermentasi awal, cairan bisa diolah lebih lanjut menjadi cuka nanas dengan membiarkannya lebih lama atau bahkan menjadi bubuk garnish dengan mengeringkan ampas nanas fermentasi.
  • Suhu Ruangan: Suhu ruang yang stabil dan hangat (sekitar 20-25°C) ideal untuk proses fermentasi. Hindari suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin.

Anjuran Konsumsi

Untuk pengalaman rasa terbaik, sebaiknya tepache dikonsumsi antara usia 2 sampai 3 hari. Hal ini penting untuk diperhatikan karena semakin lama tepache akan semakin asam yang disebabkan oleh fermentasi berlanjut. Setelah lebih dari 10 hari maka alkohol mulai terbentuk kemudian dapat menghasilkan rasa pahit dan cairan berubah menjadi cuka.

Referensi

  1. Pineapple Tepache – Fermented Food Lab
  2. Tepache; Minuman Fermentasi dari Kulit Nanas – FKM UNAIR
  3. Tepache minuman probiotik dari kulit nanas (2024). Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  4. Fermentasi Nanas: Minuman Probiotik Segar Alami – Halodoc

Editor: Hasna Nur Mufidah, S.Tr.Gz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner TikTok