“Empat Sehat Lima Sempurna”, adalah salah satu slogan yang sudah Indonesia kenal di bidang gizi dan kesehatan. Namun, tahukah Anda siapa tokoh dibalik slogan populer tersebut? Tokoh tersebut adalah Prof.Dr. Poorwo Soedarmo (20 Februari 1904–13 Maret 2003) seorang guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menempati posisi penting dalam sejarah gizi Indonesia. Beliau dikenal luas sebagai Bapak Gizi Indonesia karena perannya dalam merintis pendidikan gizi, membangun kelembagaan gizi, dan memperkenalkan gagasan pola makan yang mudah dipahami masyarakat melalui slogan “Empat Sehat Lima Sempurna”.
Jejak Awal Gagasan Gizi
Pada masa awal kemerdekaan, pemahaman masyarakat tentang makan sehat masih sangat terbatas. Namun, Prof. Dr. Poorwo Soedarmo mendorong penyederhanaan pesan gizi agar mudah diterima oleh masyarakat luas. Hal inilah yang melahirkan konsep Empat Sehat Lima Sempurna yang terinspirasi dari Basic Four di Amerika Serikat, tetapi disesuaikan dengan kebiasaan makan masyarakat Indonesia. Konsep ini menekankan pentingnya keberagaman pentingnya keberagaman makanan, yaitu sumber karbohidrat, lauk pauk, sayur, buah, dan susu sebagai pelengkap. Selama puluhan tahun gagasan ini menjadi dasar edukasi gizi masyarakat Indonesia dan berperan besar dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya makanan bergizi.
Peran dalam Institusi Gizi
Kontribusi Poorwo Soedarmo tidak berhenti pada slogan saja. Beliau juga berperan dalam membangun fondasi kelembagaan gizi di Indonesia termasuk memimpin Lembaga Makanan Rakyat (LMR), menginisiasi pendidikan tenaga gizi dan mendorong lahirnya sekolah-sekolah yang kemudian berkembang menjadi institusi pendidikan gizi formal. Upaya tersebut menunjukkan bahwa beliau bukan hanya seorang doktor, tetapi juga peletak dasar sistem pendidikan dan penyuluhan gizi nasional. Perannya berjasa dalam memperkenalkan ilmu gizi sebagai bidang yang penting dalam kesehatan masyarakat Indonesia.
Dari Empat Sehat Lima Sempurna Bertransformasi ke Gizi Seimbang
Meskipun konsep Empat Sehat Lima Sempurna sangat berpengaruh, tetapi kemudian dipandang belum cukup untuk menjawab tantangan permasalahan gizi modern. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, Indonesia beralih ke Pedoman Gizi Seimbang yang tidak hanya menekankan susunan makanan, tetapi juga proporsi, kebersihan, aktivitas fisik, dan pemantauan berat badan. Transformasi konsep dalam ilmu gizi bukan berarti gagasan Prof. Dr. Poorwo Soedarmo tidak relevan. Namun, hal ini menunjukkan bahwa konsep beliau menjadi pintu masuk penting bagi masyarakat Indonesia untuk memahami gizi kemudian berkembang ke arah yang lebih komprehensif dan ilmiah.
Warisan Pemikiran yang Masih Terasa
Prof. Dr. Poorwo Soedarmo adalah tokoh penting dalam sejarah gizi nasional. Melalui gagasan Empat Sehat Lima Sempurna beliau berhasil memperkenalkan cara sederhana untuk memahami memahami makanan bergizi dan membuka jalan bagi lahirnya konsep gizi seimbang yang digunakan hingga sekarang. Warisan terbesar yang ditinggalkan adalah kemampuannya menjembatani ilmu gizi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Pada masa ketika literasi gizi masih rendah di Indonesia, pendekatan seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran publik tentang pola makan sehat.
Referensi
- Mengenang Prof Poorwo Soedarmo Bapak Gizi Nasional dan Penemu Slogan “Empat Sehat Lima Sempurna” (Bagian 1) – disdikpora.bulelengkab.go.id
- IPB Press Gizi Seimbang (2020), repository IPB
- Biografi Poorwo Soedarmo – Wikipedia
- Poorwo Soedarmo dan Gizi Anak Negeri – historia.id
- Sejarah Hari Gizi Nasional – scrib.id
- Evaluasi Konsep Gizi Seimbang di Indonesia Sejak 1950-an | Kumparan.com


