Seiring meningkatnya permasalahan sendi, berbagai upaya terus dilakukan untuk menemukan terapi pendamping yang aman dan efektif. Tidak hanya obat-obatan, berbagai bahan alami yang memiliki aktivitas biologis juga menjadi fokus penelitian. Salah satunya adalah teripang, sumber pangan laut yang mulai banyak dikaji karena kandungan senyawa bioaktifnya. Di balik bentuknya yang unik, teripang menyimpan beragam senyawa bioaktif yang kini menjadi perhatian dalam penelitian, terutama terkait potensinya dalam mendukung kesehatan sendi.
Osteoarthritis, Penyakit Sendi yang Paling Sering Terjadi
Osteoarthritis merupakan salah satu penyakit sendi yang paling sering terjadi, terutama pada orang lanjut usia. Penyakit ini muncul ketika tulang rawan (kartilago) yang berfungsi sebagai bantalan di antara ujung tulang mengalami kerusakan secara bertahap. Seiring perkembangan penyakit, gesekan antar tulang dapat meningkat sehingga memicu nyeri, kekakuan, pembengkakan, hingga penurunan fungsi sendi. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti kelebihan berat badan, penuaan, riwayat cedera sendi, faktor genetik, dan lain sebagainya. Bagian tubuh paling rawan mengalami osteoarthritis yakni pada lutut, panggul, tangan, dan tulang belakang.
Hingga saat ini, penanganan osteoarthritis berfokus pada pengurangan nyeri, mempertahankan fungsi sendi, dan memperlambat perkembangan penyakit. Selain terapi farmakologis dan perubahan gaya hidup, berbagai bahan pangan alami yang mengandung senyawa bioaktif mulai diteliti sebagai terapi pendamping, salah satunya adalah teripang.
Mengapa Teripang Mulai Menarik Perhatian Peneliti?
Teripang atau bisa dikenal dengan timun laut merupakan hewan laut dari filum Echinodermata yang memiliki bentuk tubuh memanjang dan tekstur kulit yang khas. Meskipun permukaannya tampak berduri, tonjolan tersebut sebenarnya berasal dari rangka kecil yang berada di dalam lapisan kulitnya. Bentuk tersebut yang membedakan teripang dari berbagai biota laut lainnya. Hingga saat ini, lebih dari 1.250 spesies teripang telah ditemukan di berbagai perairan dunia. Namun, hanya sebagian yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Di Indonesia, beberapa jenis yang umum dijumpai antara lain teripang pasir (Holothuria scabra), teripang gama (Stichopus spp.), teripang susu (Holothuria nobilis), dan teripang hitam (Holothuria leucospilota). Di antara berbagai jenis tersebut, teripang pasir dan teripang gama menjadi yang paling banyak diteliti karena kandungan senyawa bioaktifnya yang berpotensi mendukung kesehatan.
Teripang dikenal memiliki kandungan gizi yang tinggi. Hewan laut ini kaya akan protein dan mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa senyawa bioaktif utama yang terdapat dalam teripang antara lain glikosaminoglikan (GAG), kondroitin sulfat, omega 3, kolagen, saponin, kombinasi glukosamin dan kondroitin serta senyawa antioksidan lainnya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa komponen-komponen tersebut memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, serta berpotensi melindungi jaringan tulang rawan dari kerusakan akibat proses degeneratif.
Peran Senyawa Bioaktif Teripang terhadap Kesehatan Sendi
1. Glikosaminoglikan (GAG)
Glikosaminoglikan (GAG) menjadi kelompok senyawa alami yang terdapat pada tulang rawan, cairan sendi, dan jaringan ikat. Senyawa ini berperan penting dalam menjaga kekuatan, kelenturan, dan fungsi sendi. Beberapa jenis GAG yang paling dikenal antara lain asam hialuronat dan kondroitin sulfat, yang banyak diteliti karena potensinya dalam membantu mengatasi osteoarthritis.
Salah satu jenis GAG, yaitu asam hialuronat, memiliki kemampuan mengikat air dalam jumlah yang sangat besar sehingga sendi tetap terlumasi agar pergerakan menjadi lebih nyaman dan gesekan antar tulang dapat berkurang. Sementara itu, glukosamin sulfat merupakan senyawa yang berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang rawan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa glukosamin dapat membantu memperlambat kerusakan tulang dan mendukung kesehatan sendi.
2. Kondroitin Sulfat
Senyawa ini sangat berperan dalam menjaga kekuatan dan kelenturan tulang rawan sehingga sendi dapat berfungsi sebagai bantalan yang mengurangi gesekan saat bergerak. Selain itu, kondroitin sulfat juga mampu membantu tulang rawan mempertahankan kandungan airnya, sehingga sendi tetap lentur dan mampu menahan tekanan saat digunakan untuk beraktivitas.
Selain itu, kondroitin sulfat juga memiliki sifat anti inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan serta memperlambat kerusakan tulang rawan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kondroitin sulfat dapat membantu meredakan nyeri dan meningkatkan fungsi sendi pada penderita osteoarthritis. Akan tetapi, karena penyerapannya di dalam tubuh tidak terlalu tinggi, efektivitasnya dapat berbeda pada setiap individu.
3. Omega 3
Omega-3 adalah asam lemak sehat yang banyak ditemukan pada ikan dan beberapa jenis teripang. Senyawa ini dikenal memiliki efek antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi nyeri dan kekakuan sendi. Pada penderita osteoarthritis, omega-3 diketahui memiliki sifat anti inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan, sehingga berpotensi meredakan nyeri dan kekakuan sendi.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi sumber omega-3, seperti minyak ikan, dapat membantu meningkatkan fungsi sendi, terutama pada penderita osteoarthritis yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.
4. Kolagen
Kolagen adalah protein utama yang menyusun tulang rawan, tendon, ligamen, dan jaringan ikat di sekitar sendi. Pada osteoarthritis, jumlah dan kualitas kolagen di tulang rawan dapat menurun sehingga bantalan sendi menjadi lebih mudah rusak.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kolagen, terutama kolagen tipe II dan peptida kolagen, berpotensi membantu menjaga kesehatan tulang rawan, mengurangi nyeri, serta meningkatkan fungsi sendi pada penderita osteoarthritis. Kolagen diduga bekerja dengan merangsang pembentukan komponen penyusun tulang rawan dan membantu mengurangi proses peradangan di dalam sendi.
5. Saponin
Saponin merupakan salah satu senyawa bioaktif dalam teripang yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan. Senyawa ini berpotensi membantu mengurangi peradangan serta melindungi jaringan sendi dari kerusakan akibat radikal bebas. Namun, manfaat saponin terhadap osteoarthritis masih memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama pada manusia.
6. Kombinasi Glukosamin dan Kondroitin
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kombinasi glukosamin dan kondroitin sulfat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan penggunaan salah satu senyawa saja. Kombinasi ini berpotensi membantu mengurangi nyeri, menjaga kesehatan tulang rawan, serta meningkatkan fungsi sendi pada penderita osteoarthritis. Meskipun demikian, manfaatnya masih perlu didukung oleh penelitian lebih lanjut.
Bentuk Olahan Teripang yang Umum di Pasaran
Teripang tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk agar lebih awet dan mudah digunakan. Di pasaran, teripang dapat ditemukan dalam bentuk teripang kering, ekstrak, bubuk, kapsul, maupun suplemen. Produk berbasis teripang juga sering menggunakan nama seperti sea cucumber extract, ekstrak teripang, gamat, atau timun laut. Istilah gamat cukup umum digunakan untuk produk berbahan teripang, terutama dalam bentuk ekstrak atau produk kesehatan.
Untuk produk yang ditujukan sebagai suplemen, ekstrak teripang biasanya dikemas dalam bentuk kapsul, softgel, cair, atau bubuk. Sementara itu, teripang kering lebih banyak digunakan sebagai bahan pangan dan perlu direndam serta diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Bentuk pengolahan dapat memengaruhi kandungan senyawa bioaktif yang tersedia, sehingga tidak semua produk teripang memiliki kandungan dan manfaat yang sama.
Apakah Teripang Dapat Menjadi Terapi Osteoarthritis?
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa teripang memiliki potensi untuk mendukung kesehatan sendi karena mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti kolagen, glikosaminoglikan, kondroitin sulfat, kolagen, dan omega-3. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki sifat anti inflamasi, antioksidan, serta berpotensi membantu melindungi tulang rawan dari kerusakan yang terjadi pada osteoarthritis. Hingga saat ini, bukti ilmiah mengenai manfaat teripang untuk osteoarthritis masih terus berkembang. Dengan demikian, masih diperlukan penelitian lanjutan sebelum manfaatnya dapat direkomendasikan secara luas dalam terapi osteoarthritis.
Referensi
- Bioactive compounds and biological functions of sea cucumbers as potential functional foods (2018), Journal of Functional Foods
- Nutraceutical dari Teripang sebagai Terapi Adjuvan Osteoartritis (2022), Lombok Medical Journal
- Osteoarthritis: New Insight on Its Pathophysiology (2022), Journal of Clinical Medicine
- Sea Cucumber Derived Type I Collagen: A Comprehensive Review (2020), Marine Drugs
- Teripang: Potensinya sebagai Bahan Nutraceutical dan Teknologi Pengolahannya (2008), SQUALEN Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology
Editor: Hasna Nur Mufidah, S.Tr.Gz


