Kalau sering melihat konten kuliner Jepang di media sosial, Apple Friends mungkin sudah tidak asing dengan unagi. Di balik nama Jepangnya yang terdengar unik, unagi sebenarnya merupakan olahan ikan yang biasanya dipanggang kemudian diberi saus manis dan gurih. Dagingnya lembut, rasanya gurih, dan aromanya menggugah selera. Tidak heran jika unagi semakin populer dan menjadi salah satu menu yang banyak dicoba oleh pecinta kuliner Jepang.
Namun, dibalik rasanya yang lezat, unagi ternyata juga memiliki kandungan gizi yang cukup menarik. Lantas, apa sebenarnya yang membuat makanan ini begitu populer dan bagaimana kandungan gizinya?
Unagi Itu Sebenarnya Apa?
Saat mendengar kata unagi, mungkin yang langsung terbayang adalah hidangan Jepang berupa ikan berbentuk panjang yang disajikan di atas nasi. Namun, unagi sebenarnya bukan nama spesies ikan, melainkan istilah dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut ikan sidat air tawar, terutama dari genus Anguilla. Ikan ini memiliki tubuh memanjang, kulit licin, dan bentuk yang sekilas memang terlihat mirip dengan belut. Meski begitu, ikan sidat dan belut sawah yang banyak dikenal di Indonesia merupakan hewan yang berbeda secara biologis.
Dalam kuliner Jepang, ikan sidat biasanya diolah dengan teknik kabayaki, yaitu ikan dibelah, dibersihkan, ditusuk, kemudian dipanggang. Selama proses pemanggangan, ikan dilumuri saus khas yang disebut tare. Saus ini memiliki perpaduan rasa manis dan gurih sehingga membuat cita rasa ikan sidat semakin kuat. Proses pemanggangan juga menghasilkan aroma khas yang menggugah selera, sementara daging sidat yang kaya lemak membuat teksturnya terasa lembut dan juicy.
Kenapa Unagi Jadi Favorit di Jepang?
Siapa sangka, ikan sidat yang bentuknya sekilas mirip belut ini ternyata menjadi salah satu makanan yang cukup populer dan bahkan dianggap sebagai hidangan mewah. Di Jepang, sidat atau yang dikenal sebagai unagi menjadi makanan favorit dan dikonsumsi dalam jumlah besar. Bahkan, konsumsi ikan sidat di Jepang mencapai sekitar 100.000 ton setiap tahunnya.
Tingginya permintaan membuat sebagian besar ikan sidat untuk konsumsi berasal dari hasil budidaya, yaitu sekitar 80%. Namun, proses budidayanya masih menghadapi tantangan karena bibit sidat pada tahap awal masih banyak bergantung pada tangkapan dari alam. Tak hanya Jepang, ikan sidat juga cukup populer di berbagai negara seperti Cina, Korea, Amerika Serikat, Prancis, Italia, Belgia, Denmark, dan Jerman.
Kandungan Gizi Unagi
Unagi berbahan dasar ikan sidat memiliki kandungan gizi cukup tinggi. Dalam setiap 100 gram dagingnya, ikan sidat mengandung berbagai zat gizi, seperti sekitar 18-23 gram protein dan 19 gram lemak. Ikan ini juga mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, fosfor, dan zat besi yang dibutuhkan tubuh. Salah satu kandungan yang cukup menonjol adalah vitamin A, yaitu sekitar 4.700–5.000 IU per 100 gram. Selain itu, ikan sidat juga mengandung asam lemak omega 3 (EPA dan DHA) yang sangat tinggi, bahkan lebih tinggi daripada ikan salmon. Kandungan vitamin dan mineral lain yang menonjol yakni vitamin E, vitamin B kompleks, kalsium, fosfor, zinc, dan selenium.
Meskipun daging unagi memiliki kandungan gizi yang menarik, hidangan unagi biasanya disajikan dengan saus tare yang cukup manis dan gurih. Artinya, jumlah saus yang digunakan juga dapat memengaruhi kandungan gula dan natrium dalam hidangan. Jadi, kalau ingin menikmati unagi dengan lebih seimbang, bukan hanya jenis ikannya yang perlu diperhatikan, tetapi juga jumlah porsi, cara pengolahan, serta makanan pendampingnya agar asupan karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral tetap seimbang.
Manfaat Konsumsi Ikan Sidat
1. Menjaga kesehatan mata
Ikan sidat mengandung vitamin A yang berperan dalam menjaga fungsi penglihatan. Vitamin A juga membantu mempertahankan kesehatan permukaan mata dan mendukung sistem kekebalan tubuh.
2. Mendukung kesehatan jantung dan otak
Kandungan omega-3 berupa DHA dan EPA pada ikan dapat membantu mendukung kesehatan jantung sebagai bagian dari pola makan yang seimbang. Selain itu, Kandungan omega-3, terutama DHA juga berperan dalam mendukung fungsi dan perkembangan otak.
3. Membantu memenuhi kebutuhan protein
Ikan sidat dapat menjadi salah satu sumber protein hewani. Protein dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, termasuk otot, serta mendukung berbagai fungsi tubuh.
4. Membantu menghasilkan energi
Ikan sidat mengandung protein, lemak, dan kalori yang dapat menjadi sumber energi. Ditambah dengan vitamin B kompleks, ikan sidat dapat menjadi bagian dari menu yang membantu memenuhi kebutuhan energi sehari-hari.
5. Pelengkap Isi Piring
Dengan kandungan protein, omega-3, vitamin, dan mineral, ikan sidat dapat menjadi salah satu pilihan lauk yang bernutrisi. Untuk membuat lebih seimbang, ikan sidat sebaiknya dikonsumsi bersama sumber karbohidrat, sayuran, dan makanan bergizi lainnya.
Jadi, Unagi Sehat atau Sekadar Makanan Viral?
Unagi memang sedang populer, tetapi ikan sidat yang digunakan dalam hidangan ini bukan sekadar makanan yang menarik untuk difoto. Kandungan protein, lemak, vitamin, dan mineral membuatnya memiliki nilai gizi yang cukup menarik. Namun, seperti makanan lainnya, ikan sidat tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai. Cara pengolahan, penggunaan saus, ukuran porsi, serta makanan pendamping ikut menentukan kualitas gizi hidangan secara keseluruhan.
Referensi
- Ikan Sidat Si Gemuk Bergizi yang Jarang Dikenal | Universitas Medan Area
- Karakterisasi Unagi Shirayaki Berbahan Ikan Sidat dengan Perendaman Enzim Papain (2020), Jambura Fish Processing Journal
- Komposisi Nutrisi Ikan Sidat Anguilla bicolor dan Anguilla marmorata (2018), Journal IPB
- Upaya Peningkatan Nilai Produk Ikan Sidat melalui Partisipasi Masyarakat (2020), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal
Editor: Hasna Nur Mufidah, S.Tr.Gz


