Daun kelor kembali ramai dibicarakan setelah muncul dalam menu makanan yang disiapkan artis Nino Fernandez untuk mendukung masa menyusui istrinya Steffi Zamora. Namun, istilah Asi Booster perlu dipahami secara hati-hati. Daun kelor berpotensi mendukung produksi ASI sebagai bagian dari pola makan ibu menyusui, tetapi tidak ada satu makanan yang secara otomatis menjamin ASI melimpah. Produksi ASI yang lebih banyak dipengaruhi oleh frekuensi menyusui, pelekatan bayi, kecukupan energi dan cairan, kondisi kesehatan, serta dukungan psikologis.
Daun Kelor dan Potensi Laktagogum
Daun kelor atau Moringa oleifera mengandung protein, serat, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin C, serta senyawa fitokimia seperti flavonoid dan fitosterol. Kandungan tersebut menjadikan kelor sebagai bahan pangan yang menarik untuk mendukung kualitas pola makan ibu menyusui. Sejumlah penelitian di Indonesia melaporkan potensi daun kelor sebagai galaktagog, yaitu bahan yang dapat membantu merangsang produksi ASI. Penelitian terhadap kapsul ekstrak, campuran tepung daun kelor, dan puding daun kelor menunjukkan adanya peningkatan indikator produksi ASI pada kelompok intervensi. Meski demikian, kualitas bukti masih beragam. Beberapa penelitian memiliki sampel kecil, durasi singkat, atau menggunakan indikator tidak langsung seperti frekuensi buang air besar bayi dan persepsi kelancaran ASI. Oleh karena itu, kelor lebih tepat disebut pangan pendukung laktasi, bukan pengganti konseling menyusui atau terapi medis.
Apakah Daun Kelor Benar-Benar Meningkatkan ASI?
Bukti mengenai efek daun kelor terhadap produksi ASI belum sepenuhnya konsisten. Beberapa penelitian melaporkan peningkatan produksi atau indikator laktasi, tetapi penelitian lain menunjukkan efek yang lebih kecil atau belum signifikan. Salah satu penelitian mengenai kapsul kelor melaporkan bahwa dosis tertentu ekstrak dan tepung daun kelor serta puding kelor berhubungan dengan peningkatan produksi ASI. Penelitian lain mengenai teh kelor pada 15 ibu menyusui menemukan peningkatan proporsi ibu yang melaporkan ASI lancar setelah intervensi, dari 73,3% menjadi 100%. Namun, jumlah peserta yang kecil membuat hasilnya belum dapat digeneralisasi untuk seluruh ibu menyusui.
Macam Olahan Daun Kelor
1. Smoothie pisang daun kelor
Smoothie merupakan cara praktis untuk mengkombinasikan daun kelor dengan bahan pangan lain. Salah satu resep yang umum menggunakan sari daun kelor, pisang beku, kurma, susu oat, madu, dan vanila. Kombinasi ini memiliki potensi keunggulan berupa pisang mengumbang karbohidrat dan kalium, susu oat menambah energi dan tekstur, kurma dan madu memberikan rasa manis, serta daun kelor menambah serat, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif.
Hal yang perlu diperhatikan dari menu ini adalah madu dan kurma tetap menyumbang gula. Jumlahnya sebaiknya disesuaikan, terutama bagi ibu dengan diabetes gestasional, diabetes atau kondisi metabolik tertentu. Smoothie juga sebaiknya tidak menggantikan seluruh waktu makan karena kandungan proteinnya belum mencukupi. Agar lebih seimbang, smoothie dapat dipadukan dengan sumber protein seperti yoghurt tanpa gula, susu, atau selai kacang tanpa gula tambahan.
2. Puding daun kelor coklat
Puding daun kelor coklat dapat menjadi alternatif camilan yang lebih menarik bagi ibu yang kurang menyukai rasa langu daun kelor. Resep yang umum menggunakan sari daun kelor, agar-agar, telur, madu, bubuk coklat, santan, dan maizena. Coklat membantu menyamarkan aroma kelor, sedangkan telur dan santan menambah rasa serta energi. Namun, kandungan gula dan lemak dapat meningkat jika penggunaan madu, santan, atau pemanis tidak terkontrol. Agar komposisi bahan mengandung zat gizi yang lebih seimbang maka gunakan bubuk kakao tanpa gula, kurangi madu atau gula tambahan, gunakan santan secukupnya, tambahkan telur atau susu sebagai sumber protein, sahikan dalam porsi kecil hingga sedang. Puding dapat menjadi camilan, tetapi bukan satu-satunya sumber zat gizi ibu menyusui.
3. Omelet daun kelor
Selain menu olahan manis, menu yang disajikan untuk olahan daun kelor juga dapat berupa lauk dengan rasa asin gurih sebagai pendamping nasi. Kombinasi ini menarik karena menggabungkan sayuran hijau dengan sumber protein hewani. Omelet menyediakan protein dari telur, sedangkan daun kelor menyumbang serat dan mikronutrien. Walaupun menu ini tidak sepenuhnya berbahan kelor, konsepnya relevan untuk ibu menyusui, yaitu ASI booster sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu bahan pangan saja, tetapi dibangun dari pola makan yang cukup energi, protein, vitamin, dan mineral.
Produksi ASI lebih banyak dipengaruhi oleh prinsip supply and demand. Semakin sering dan efektif payudara dikosongkan melalui menyusui, semakin kuat sinyal tubuh untuk memproduksi ASI. Makanan pendukung tidak dapat menggantikan pelekatan yang baik, frekuensi menyusui, dan penanganan masalah laktasi.
Cara Mengonsumsi Kelor dengan Aman
Daun kelor dapat dikonsumsi sebagai sayuran atau bahan makanan dalam porsi wajar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
1. Cuci daun dengan air mengalir
2. Gunakan daun segar dari sumber yang aman
3. Masak dengan baik
4. Hindari mengonsumsi ekstrak pekat tanpa informasi dosis
5. Jangan mengganti obat atau suplemen yang diresepkan dengan kelor
6. Konsultasikan penggunaan kapsul atau bubuk daun kelor dengan tenaga kesehatan
7. Perhatikan reaksi alergi atau keluhan pencernaan
Ibu menyusui yang memiliki diabetes, gangguan ginjal, gangguan hati, atau sedang menggunakan obat rutin sebaiknya berkonsultasi sebelum mengonsumsi ekstrak kelor dalam dosis tinggi.
Referensi
- Nino Fernandez Dijuluki ‘Duta Kelor’, Kreatif Bikin Puding Hingga Martabak | detikFood
- Intip 5 Resep Masakan Nino Fernandez untuk Steffi Zamora yang Tengah Menyusui | HaiBunda
- Efektivitas Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Galactogogue Pada Ibu Menyusui. (2021). Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia Universitas Hasanuddin.
- Cara Masak Daun Kelor Agar Tidak Bosan: Resep Smoothie dan Puding ala Nino Fernandez | briliofoodnet
- Pemanfaatan Daun Kelor Untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Menyusui. (2023). Jurnal Pengabdian Masyarakat.


