Mengenal Apa Itu Vaksin HPV

Vaksinasi HPV (Human Papillomavirus) adalah salah satu langkah preventif paling efektif untuk melindungi diri dari infeksi virus HPV, yang diketahui menjadi penyebab utama kanker serviks. 

Menurut data World Cancer Research Fund terdapat 662,301 kasus baru kanker serviks secara global pada tahun 2022 . Di Indonesia sendiri terdapat 36.964 orang yang terpapar kanker serviks pada tahun 2022. Sangat banyak bukan?

Selain mencegah kanker serviks, ternyata vaksin HPV juga dapat membantu mencegah berbagai jenis kanker lainnya serta kutil kelamin yang disebabkan oleh tipe–tipe tertentu virus HPV. Lalu, apa sebenarnya vaksin HPV itu, bagaimana cara kerjanya, dan siapa saja yang disarankan untuk mendapatkannya? Simak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Virus HPV?

Human Papillomavirus (HPV) adalah kelompok virus yang terdiri dari lebih dari 100 tipe. Virus ini dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker serviks, kanker vulva, vagina, penis dan anus. Selain itu virus ini juga dapat menyebabkan beberapa jenis kanker di bagian belakang tenggorokan, pangkal lidah, dan amandel. HPV dapat menyebar melalui kontak langsung dengan kulit penderita dan kontak seksual, baik melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral. Infeksi HPV sangat umum terjadi, bagi orang yang aktif secara seksual.

Cara Kerja Vaksin HPV 

Vaksin HPV bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi terhadap tipe-tipe HPV tertentu. Saat tubuh terpapar kembali virus tersebut, maka antibodi akan mengenali dan mentralisis virus sebelum menyebabkan infeksi. Vaksin ini bersifat profilaksis, yaitu diberikan sebelum seseorang terpapar HPV untuk memberikan perlindungan maksimal.

Jenis-Jenis Vaksin HPV

Terdapat beberapa jenis vaksin HPV yang telah disetujui secara global, yaitu:

  • Gardasil : melindungi terhadap HPV tipe 6, 11, 16 dan 18
  • Gardasil 9 : mencakup perlindungan terhadap sembilan tipe HPV, termasuk tipe penyebab kanker dan kutil kelamin
  • Cervarix : melindungi terhadap HPV tipe 16 dan 18, dua tipe ini paling sering menjadi penyebab terjadinya kanker serviks.

Siapa Saja yang Perlu Mendapatkan Vaksin HPV?

Vaksinasi HPV merupakan program wajib pemerintah, Vaksin HPV dapat diberikan kepada anak yang mulai memasuki remaja, baik perempuan maupun laki-laki, kepada orang dewasa yang belum pernah atau belum menerima vaksin HPV secara lengkap.

1.Anak-anak

Vaksin HPV dapat bekerja lebih efektif jika diberikan sebelum terpapar virus HPV, yaitu untuk anak-anak dan belum aktif secara seksual. Vaksin HPV idealnya diberikan ketika anak berusia 9 – 14 tahun, dan dapat diberikan sebanyak 2 kali dengan jeda 6-12 bulan.

2. Remaja dan Dewasa

Vaksin HPV dapat diberikan pada orang dewasa yang belum pernah mendapat vaksin HPV secara lengkap ketika masih anak-anak. Selain itu juga dapat diberikan untuk remaja mulai usia 15 tahun sampai orang dewasa yang berusia 26 tahun.

Orang dewasa berusia 27 – 45 tahun juga dapat diberikan vaksin HPV, namun perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Vaksin HPV dapat diberikan untuk orang dewasa yang telah menikah dan aktif secara seksual.

Pada remaja dan orang dewasa, vaksin HPV harus diberikan sebanyak 3 kali. Vaksin kedua diberikan setelah 1-2 bulan vaksin pertama, kemudian vaksin ketiga diberikan setelah 6 bulan vaksin kedua.

Efek Samping dan Keamanan

Vaksin HPV tergolong aman dan telah melalui uji klinis yang ketat sebelum disetujui penggunaannya. Efek samping yang terjadi umumnya ringan, seperti : 

  • Nyeri, kemerahan, dan bengkak diarea suntikan
  • Sakit Kepala
  • Lemas
  • Demam
  • Nyeri otot dan sendi

Yuk, Segera Vaksin HPV 

Vaksin HPV adalah langkah preventif yang sangat penting untuk menurunkan angka kejadian kanker serviks dan.kanker lainnya yang disebabkan oleh virus HPV. Edukasi dan akses terhadap vaksinasi harus gencar dilakukan, terutama bagi kelompok usia yang paling diuntungkan dari vaksin ini. Dengan perlindungan sejak dini, kita bisa menciptakan generasi yang lebih sehat dan bebas dari ancaman penyakit yang kejadiannya dapat kita cegah.

Baca Juga: Peningkatan Kasus Pneumonia di Jepang, Wisatawan Waspada!

Referensi

  1. Kenali Apa Itu Vaksinasi HPV – Alodokter
  2. Vaksin HPV: Efektivitas, Cara Kerja, & Efek Sampingnya  – Siloam Hospital
  3. Statistik kanker serviks – World Cancer Research Fund 

Editor : Eka Putra Sedana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *