Greek Yogurt vs Yogurt Biasa Mana yang Lebih Cocok untuk Menu Diet Anda?

Saat sedang berbelanja di lorong produk susu supermarket, Anda mungkin sering melihat deretan wadah yogurt yang sekilas tampak sama. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, ada dua kubu besar yang mendominasi rak yogurt biasa (regular yogurt) dan Greek yogurt. Banyak orang yang menganggap keduanya sama saja, hanya berbeda harga dan merek. Padahal, bagi yang sedang menjalani program diet atau sekadar ingin hidup lebih sehat, memilih di antara keduanya bisa membawa pengaruh besar bagi tubuh. Lalu, apa sebenarnya yang membedakan kedua jenis produk fermentasi ini? Yuk, kita bedah secara mendalam namun santai agar Anda tidak salah pilih lagi saat berbelanja.

Sentuhan Ajaib pada Proses Pembuatan

Perbedaan paling mendasar dari kedua produk ini bukan terletak pada jenis susunya, melainkan pada apa yang terjadi di dalam ruang produksi. Pada dasarnya, baik yogurt biasa maupun Greek yogurt dibuat dari bahan baku yang sama, yaitu susu segar yang difermentasi menggunakan kultur bakteri baik seperti Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus.

Keajaiban yang membedakan keduanya terjadi setelah proses fermentasi selesai. Yogurt biasa akan langsung dikemas setelah selesai difermentasi, sehingga seluruh cairannya tetap bertahan di dalam produk. Sementara itu, Greek yogurt harus melewati satu tahap ekstra yang sangat krusial, yaitu proses penyaringan (straining) berulang kali. Proses penyaringan ini bertujuan untuk membuang cairan whey (zat cair sisa yang mengandung air, laktosa, dan beberapa mineral). Karena cairannya diperas habis-habisan, hasil akhir Greek yogurt menjadi jauh lebih padat, gurih, dan super kental seperti tekstur beludru, berbeda dengan yogurt biasa yang cenderung lebih cair dan halus.

Perbandingan Kandungan Nutrisi Protein vs Kalsium

Akibat dari proses penyaringan yang ketat tersebut, kandungan nutrisi kedua jenis yogurt ini berubah secara drastis. Jika kita membandingkan takaran yang sama, katakanlah per 100 gram, Anda akan menemukan perbedaan karakteristik dan zat gizi yang cukup mencolok yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan tubuh Anda.

Bagi Anda yang membutuhkan asupan energi ekstra atau sedang fokus membentuk otot, Greek yogurt solusinyaa. Jenis yogurt ini mengemas kandungan protein hingga dua kali lipat lebih banyak, yaitu sekitar 8 hingga 10 gram per porsi, dibandingkan yogurt biasa yang hanya mengantongi sekitar 4 hingga 5 gram saja. Kandungan protein yang padat inilah yang memberikan efek kenyang jauh lebih lama, sehingga sangat efektif untuk menekan keinginan ngemil di malam hari.

Menariknya lagi, karena Greek yogurt kehilangan sebagian besar cairan whey-nya selama proses penyaringan, kandungan karbohidrat dan gula alami susu (laktosa) otomatis ikut terbuang hingga setengahnya. Hal ini menjadikan Greek yogurt sebagai pilihan yang sangat ramah untuk orang-orang yang sedang membatasi asupan gula, menjalani diet rendah karbohidrat, atau mereka dengan kondisi intoleransi laktosa ringan yang sering merasa kembung setelah mengonsumsi produk susu.

Namun, jangan remehkan yogurt biasa. Karena tidak melalui proses pemerasan cairan, yogurt biasa justru berhasil mempertahankan seluruh kandungan kalsium alaminya secara utuh tanpa ada yang terbuang. Jika fokus utama Anda saat ini adalah menjaga kepadatan tulang, mendukung pertumbuhan gigi, atau memenuhi kebutuhan mineral harian dengan optimal, yogurt biasa memberikan asupan kalsium yang jauh lebih tinggi dalam setiap suapannya dibandingkan dengan Greek yogurt.

Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?

Menentukan pilihan terbaik antara kedua yogurt ini sebenarnya sangat bergantung pada kebutuhan tubuh dan bagaimana cara Anda menikmatinya di dapur.

  • Pilihlah Greek Yogurt jika : Anda adalah seorang yang aktif secara fisik, atlet yang membutuhkan pemulihan otot cepat, sedang menjalani diet rendah karbohidrat, atau mencari pengganti mayones dan sour cream yang lebih sehat untuk saus masakan.
  • Pilihlah Yogurt Biasa jika : Anda ingin membuat minuman segar seperti smoothies, membutuhkan asupan kalsium tinggi dengan harga yang lebih ekonomis, atau menyukai tekstur yogurt yang ringan dan mudah diminum langsung.

Satu hal penting yang wajib Anda ingat saat membeli jenis apa pun di supermarket: selalu periksa label kemasan. Usahakan untuk memilih varian plain (tanpa rasa) untuk menghindari bom gula tersembunyi. Jika Anda menginginkan rasa manis, Anda bisa mengakalinya sendiri di rumah dengan menambahkan potongan buah segar atau satu sendok teh madu alami.

Mengenal perbedaan makanan yang masuk ke dalam tubuh adalah langkah awal yang bijak dalam membangun kebiasaan hidup sehat jangka panjang. Baik memilih kelembutan yogurt biasa yang kaya kalsium maupun kepekatan Greek yogurt yang padat protein, keduanya sama-sama membawa bakteri baik (probiotik) yang dapat menjaga kesehatan pencernaan Anda setiap hari. 

Referensi :

  1. Greek Yogurt and 12 Weeks of Exercise Training on Strength, Muscle Thickness and Body Composition in Lean, Untrained, University-Aged Males (2019), Frontiers In Nutrition Journal
  2. What’s the Difference Between Greek and Regular Yogurt? | Healthline
  3. What Are the Health Benefits of Greek Yogurt? | WebMD
  4. Yogurt | The Nutrition Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner TikTok