Jika Anda pecinta yoghurt karena rasa asam segar dan khasiat probiotiknya mungkin sudah tidak asing lagi dengan yoghurt yang terbuat dari susu sapi atau yoghurt populer yang berasal dari Bulgaria. Umumnya yoghurt yang berada di pasaran adalah hasil olahan pabrik dengan teknologi modern masa kini. Namun, apakah Apple Friends pernah mendengar tentang yoghurt tradisional khas Minangkabau Sumatera Barat yang terbuat dari susu kerbau bernama dadiah? Sebagai pecinta yoghurt, yuk kita bedah lebih dalam mengenai dadiah.
Mengenal Dadiah dan Keunikannya
Dadiah adalah produk olahan susu khas Minangkabau yang menyerupai yoghurt. Dihasilkan melalui proses fermentasi alami dan spontan di dalam tabung bambu berpenutup daun pisang. Berbeda dengan produk susu fermentasi populer seperti keju atau kefir, pembuatan dadiah masih sangat tradisional tanpa melalui proses pasteurisasi maupun inokulasi kultur starter (bibit bakteri). Proses pembentukannya hanya mengandalkan enzim asli serta Bakteri Asam Laktat (BAL) alami yang dominan berasal dari susu kerbau itu sendiri, dengan tambahan kontribusi mikroba dari wadah bambu dan daun pisang.
Proses fermentasi spontan dalam pembuatan dadiah ini menyebabkan profil bakteri baik di dalamnya dapat bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Menariknya meskipun diproduksi secara tradisional tanpa standar higiene yang ketat, keberadaan BAL alami yang melimpah ini justru bertindak sebagai pelindung yang meningkatkan keamanan pangan dadiah secara alami. Berikut adalah proses pembuatan dadiah secara tradisional.

Sumber: Herlina, V.T., dan Setiarto, R.H. (2024) Journal of Ethnic Foods
Cara Konsumsi
Dahulu kala masyarakat Minangkabau menjadikan dadiah sebagai pengganti lauk untuk teman makan nasi bersama irisan bawang. Ada juga yang memakan dadiah selayaknya seperti puding. Seiring berkembangnya tradisi kuliner, saat ini dadiah lebih dikenal sebagai menu sarapan yang dihidangkan bersama ampiang (emping ketan) dan cairan gula merah. Dadiah juga dapat disantap polosan dengan menggunakan sendok dan ruas bambu sebagai mangkuknya.
Filosofi dan Makna Budaya
- Kearifan lokal: dadiah adalah cerminan kedekatan masyarakat Minangkabau dengan alam. Penggunaan ruas bambu sebagai wadah fermentasi menunjukkan bagaimana masyarakat memanfaatkan kekayaan hutan (bambu) untuk mengolah pangan.
- Simbol ketahanan dan kekuatan: kerbau memiliki tempat yang sangat sakral dalam budaya Minangkabau karena asal-usul nama “Minangkabau” berasal dari peristiwa adu kerbau. Susu kerbau yang bernilai gizi tinggi melambangkan kemakmuran dan kekuatan bagi masyarakat.
- Keberagaman budaya kuliner: tradisi memakan dadiah dengan ampiang dan siraman gula aren melambangkan filosofi hidup masyarakat Minangkabau yang berlandaskan keseimbangan dan kebersamaan. Perpaduan rasa asam (dari dadiah), manis (gula aren), dan umami (ampiang) menciptakan harmoni rasa yang mendalam.
Potensi Sumber Probiotik
- Kaya Bakteri Asam Laktat (BAL): dadiah didominasi oleh BAL yang jumlahnya mencapai 10⁸ CFU/g . Bakteri dominan ini mencakup spesies seperti Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus casei.
- Menjaga kesehatan saluran pencernaan: BAL pada dadiah terbukti secara ilmiah mampu menahan asam lambung dan cairan empedu, sehingga dapat hidup dan bekerja efektif di usus. Bakteri ini membantu menyeimbangkan mikroflora usus dan menekan pertumbuhan bakteri patogen seperti E.coli.
- Potensi neuroprotektif: kandungan BAL yang tinggi pada dadiah menarik perhatian tim mahasiswa Departemen Biologi, FMIPA Universitas Andalas untuk melakukan riset terkait potensi dadiah sebagai solusi baru dalam penanganan penyakit Alzheimer.
Mengonsumsi dadiah adalah langkah yang baik untuk investasi kesehatan saluran pencernaan jangka panjang. Selain itu, dapat menjadi alternatif yoghurt dari pangan lokal dan melestarikan warisan kuliner tradisional Indonesia.
Referensi
- From tradition to innovation: dadih, the Minangkabau tribe’s traditional fermented buffalo milk from Indonesia (2024). Journal of Ethnic Foods
- Artifacts (Article and Funfacts): Dadih, Yoghurt Dengan Cita Rasa Lokal – HMPG ITB
- Dadih, Fermentasi Susu Tradisional Khas Minangkabau – Indonesia Kaya
- Potensi Probiotik Lactobacillus casei dari Dadih Yoghurt Minangkabau untuk Restorasi Mikrobiota Usus pada Irritable Bowel Syndrome: Sebuah Tinjauan Literatur (2025). PRIMA: JURNAL ILMIAH ILMU KESEHATAN
- Pengaruh Pemberian Dadih Terhadap Keseimbangan Mikroflora Usus dan Tinggi Vili Ileum (2019). Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia: Seri Pediatri
- Inovasi Mahasiswa Biologi UNAND: Potensi Probiotik Pada Dadih sebagai Terapi Alzheimer. – Universitas Andalas


