Apple Friends, pernah penasaran dengan buah-buahan lokal yang jarang ditemui? Mungkin ini saatnya kenalan dengan matoa. Buah khas Papua ini punya bentuk yang sekilas mirip kelengkeng, tetapi soal rasa, matoa punya cita rasa yang cukup unik. Manis, segar, dan sedikit mengingatkan pada perpaduan beberapa buah tropis. Tak hanya menarik dari segi rasa, matoa juga menyimpan kandungan gizi yang membuatnya sayang untuk dilewatkan. Yuk, kenalan lebih dekat dengan si buah eksotis dari Papua ini!
Matoa, Tanaman Lokal dengan Segudang Manfaat
Matoa (Pometia pinnata) merupakan tanaman dari keluarga Sapindaceae yang dikenal sebagai salah satu tanaman khas Papua. Matoa bahkan sering dianggap sebagai bagian dari identitas masyarakat Papua. Tanaman ini juga dapat ditemukan di berbagai wilayah Asia-Pasifik, seperti Malaysia, Indonesia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Fiji, dan Tonga. Di Indonesia sendiri, matoa tidak hanya tumbuh di Papua, tetapi juga dapat ditemukan di beberapa pulau besar seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Dari segi kesehatan, masyarakat Papua telah lama memanfaatkan berbagai bagian tanaman matoa dalam pengobatan tradisional seperti kulit batangnya dapat membantu menangani luka bakar, luka bernanah, dan cacar. Sementara itu, campuran daun dan kulit batangnya juga secara tradisional dimanfaatkan untuk berbagai keluhan seperti infeksi pada mulut, perut kembung, diare, disentri, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, demam, flu, diabetes, hingga maag.
Disisi lain, tanaman matoa juga memiliki nilai ekonomi. Biji buah matoa dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pangan lokal, sedangkan batangnya dapat digunakan dalam industri kayu. Namun, bagian tanaman yang paling dikenal masyarakat tentu saja adalah buahnya. Buah matoa memiliki rasa yang manis dan aroma yang khas sehingga cukup digemari.
Sekilas buah ini mirip dengan kelengkeng. Kulitnya berwarna hijau hingga kecoklatan ketika matang, sedangkan bagian daging buahnya berwarna putih bening dengan tekstur yang cukup kenyal. Soal rasa, matoa punya karakter yang cukup unik dengan rasa manis dan sedikit keasaman.
Tak Hanya Unik, Matoa juga Punya Kandungan Gizi dan Senyawa Bioaktif
Selain rasanya yang khas, matoa juga menarik perhatian karena mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid, fenol, alkaloid, tanin, saponin, steroid, glikosida, dan triterpenoid pada bagian tertentu dari tanaman matoa. Senyawa-senyawa tersebut banyak diteliti karena memiliki aktivitas biologis, termasuk aktivitas antioksidan.
Pada daun matoa, misalnya, ditemukan beberapa jenis flavonoid seperti quercetin dan kaempferol. Daunnya juga mengandung sejumlah senyawa fenolik, seperti asam galat, vanilin, dan beberapa senyawa lainnya. Sementara itu, kulit buah matoa diketahui mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, dan saponin. Bagian bijinya mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, dan tanin. Adapun daging buahnya mengandung flavonoid, fenol, tanin, dan saponin.
Dalam 100 gram buah matoa mengandung 90 kkal, 1,2 gram protein, 0,1 gram lemak, dan 21,1 gram karbohidrat. Selain itu, matoa juga mengandung 0,5 gram serat, 54 mg vitamin C, 20 mg kalsium, 0,6 mg zat besi, 190 mg kalium, dan berbagai mineral lainnya.
Apa saja Manfaat Matoa Bagi Tubuh?
Jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam, buah matoa dapat memberikan beberapa manfaat bagi tubuh.
1. Membantu Memenuhi Kebutuhan Vitamin C
Matoa mengandung vitamin C yang berperan penting dalam menjaga fungsi sistem imun dan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Vitamin C juga dibutuhkan tubuh untuk membantu pembentukan kolagen, yaitu protein yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit, pembuluh darah, tulang, dan jaringan tubuh.
2. Meningkatkan Imunitas Tubuh
Matoa mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan senyawa fenolik. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas dalam tubuh.
3. Mendukung Kesehatan Kulit
Kandungan vitamin C dan senyawa antioksidan dalam matoa membuat buah ini berpotensi mendukung kesehatan kulit. Vitamin C membantu pembentukan kolagen dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif.
4. Menjaga Tekanan Darah dan Kolesterol
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak daun matoa berpotensi membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Namun, manfaat tersebut masih perlu dibuktikan melalui penelitian lebih lanjut pada manusia.
5. Menjaga Kadar Gula Darah
Penelitian pada hewan dan uji laboratorium menunjukkan bahwa tanaman matoa berpotensi membantu mengontrol kadar gula darah berkat kandungan senyawa seperti flavonoid, alkaloid, fenolik, tanin, dan saponin diduga bekerja dengan menghambat enzim yang berperan dalam pemecahan karbohidrat, membantu menjaga kadar gula darah, serta mengurangi stres oksidatif yang berkaitan dengan diabetes.
Namun, manfaat ini masih berdasarkan penelitian awal, sehingga diperlukan penelitian pada manusia untuk memastikan efektivitas, dosis yang tepat, dan keamanannya.
Bagaimana Cara Menikmati Matoa
Cara paling sederhana menikmati matoa adalah dengan mengonsumsinya secara langsung setelah buah dicuci dan dikupas. Rasanya yang manis membuatnya sudah cukup nikmat tanpa perlu tambahan gula. Matoa juga dapat dikreasikan menjadi berbagai olahan, seperti campuran salad buah, minuman, atau hidangan penutup. Namun, jika ingin mendapatkan pilihan camilan yang lebih sehat, konsumsi buah dalam bentuk segar umumnya lebih sederhana karena tidak membutuhkan tambahan gula.
Jadi, Tertarik Mencoba Matoa?
Dengan mengenal matoa membuktikan bahwa Indonesia punya banyak buah lokal yang tidak kalah menarik dari buah yang lebih populer. Dengan rasa yang khas, tekstur yang unik, serta kandungan zat gizi dan senyawa bioaktif, matoa layak untuk lebih dikenal. Jadi, kalau suatu saat menemukan matoa di pasar atau toko buah, tidak ada salahnya mencoba si buah eksotis dari Papua ini. Selain menikmati rasanya, kita juga ikut mengenal dan mengapresiasi kekayaan pangan lokal Indonesia.
Referensi
- Matoa, segar | Tabel Komposisi Pangan Indonesia (2017)
- Pometia pinnata in Pharmaceutical Research: Bioactivity, Mechanism, and Formulation Prospects (2025), Science of Pharmacy
- Potensi Ekstrak Buah Matoa ( Pometia Pinnata) sebagai Sumber Antioksidan: Literature Review (2021), Jurnal Farmasi Sanis dan Praktis
- Potensi Tanaman Matoa (Pometia pinnata) sebagai Alternatif Alami Antidiabetes Mellitus (2024), Jurnal Ilmu Farmasi Nusantara
- Test of Effectiveness of Matoa Leaf Extract and Fraction Against Antihypertensive and Antihypercholesterolemia in Vivo (2023), Journal of Pharmacy and Science
- Yuk Tau Lebih Tentang Buah Matoa, Buah Lokal dengan Segudang Manfaat | FKM UNAIR
Editor: Hasna Nur Mufidah, S.Tr.Gz


