Salah satu olahan ketan yang menjadi primadona di Provinsi Lampung adalah sekubal. Siapa yang tidak mengenal ketan dengan tekstur kenyal dan cita rasa umami yang banyak dipakai sebagai bahan baku kudapan tradisional di berbagai daerah. Nasi ketan juga kerap menjadi menu favorit di momen spesial seperti hari raya keagamaan atau acara adat. Yuk simak selengkapnya di bawah ini!
Mengenal Sekubal
Sekubal adalah makanan tradisional masyarakat Lampung, yang umumnya disajikan pada acara adat, perayaan agama besar, dan pertemuan keluarga. Sekubal terbuat dari bahan utama beras ketan atau biasa disebut beras pulut. Hidangan ini juga sering disebut sebagai “ketan berbungkus daun pisang” dan menjadi ikon kuliner Lampung.
Saat ini sekubal dapat mudah dijumpai di Pasar Bambu Kuning Bandar Lampung dengan harga pasaran Rp15.000/bungkus sehingga menjadi favorit masyarakat setempat maupun wisatawan. Sekubal memiliki cita rasa kombinasi manis dan umami, dengan tekstur kenyal dan lembut. Makanan ini kerap disajikan bersama dengan lauk rendang, gulai hingga sambal nanas sebagai hidangan utama maupun hidangan penutup. Sekubal juga dapat dinikmati sebagai kudapan manis dengan pendamping tape ketan hitam.
Sekubal dan Tradisi Ramadhan-Lebaran
Pada masyarakat Lampung sekubal umumnya banyak dijumpai sebagai sajian wajib di bulan Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha. Selain itu juga dapat dijumpai pada prosesi adat atau pada saat acara pernikahan. Sekubal bukan sekedar olahan ketan biasa, tetapi menjadi simbol tradisi dan kearifan lokal Lampung. Makanan ini menjadi simbol kebersamaan dan kerap disajikan untuk menyambut tamu dan sanak saudara saat hari raya. Kehadiran sekubal yang melekat pada tradisi masyarakat Lampung ini sampai menjadi topik pantun yang disampaikan oleh Prof. Admi Syarif, PhD (Gelar adat: “Radjo Mergo”) dosen Universitas Lampung.
Lebaran Seberai Lagei, Gham mudik adek libo. Setumbuk adik waghei, Jejamo gham musik mahho. Bak ei anjak Kuto Bumei, Ikam masoo sekubal gappo. Sambilan bareng ngupei, Jamo suwat sserundo.
Yang maknanya: Lebaran sebentar lagi, Kita mudik ke kampung halaman. Bertemu dengan sanak saudara, Bersama-sama kita bersenang-senang. Ayah berasal dari Kota Bumi, Kami memasak sekubal yang pulen. Sambil ngopi bersama, Dan saling bersenda gurau.
Cara Pembuatan Sekubal
Proses pembuatan sekubal cukup lama dan rumit meliputi perendaman, menanak, mencetak hingga proses penggulungan dengan daun pisang. Waktu pembuatan sekubal dapat mencapai 6 hingga 10 jam. Proses pembuatannya yang rumit dan memakan waktu membuat banyak masyarakat Lampung yang lebih memilih untuk membelinya dibandingkan membuat sendiri. Berikut adalah bahan dan cara pembuatan sekubal.
Bahan:
- Beras ketan 1 kg
- Santan dari 1 butir kelapa, rebus hingga mengeluarkan minyak
- Daun Pisang
- Garam secukupnya

Sumber: Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung
Proses ini menunjukkan betapa rumitnya proses pembuatan sekubal sehingga menjadikannya makanan khas yang unik dan istimewa bagi masyarakat Lampung.
Riwayat Rekor MURI
Sekubal sebagai makanan khas Lampung tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan rekor penyajian Sekubal terbanyak mencapai 75.000 bungkus yang berasal dari 15 ton ketan. Rekor ini menjadikan sekubal sebagai salah satu ikon kuliner Lampung yang dikenal luas dan dihargai sebagai warisan kuliner yang penting.
Kandungan Gizi Sekubal
Sekubal dengan bahan dasar ketan dan santan mengandung kalori yang padat. Pada 50 gram sekubal (1 lapis) mengandung sekitar 93 Kkal, 2,8 gram protein, karbohidrat 17,85 dan lemak 1,6 gram. Kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi pada sekubal menjadikannya makanan padat kalori. Oleh karena itu, konsumsi sekubal dalam porsi yang wajar lebih dianjurkan untuk mencegah konsumsi lemak berlebihan.
Referensi
- Analisis Etnosains dalam Proses Pembuatan Sekubal Lampung sebagai Sumber Pembelajaran Sains Berbasis Kearifan Lokal (2026). Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri
- Resep Sekubal – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung
- Sekubal Makanan Khas Lampung saat Hari Raya | ANTARALAMPUNG
- Sekubal Khas Lampung, Sajian Kue yang Bisa Jadi Hidangan Utama atau Penutup | Liputan 6
- Sekubal, Penganan Khas “Ulun” Lampung Saat Lebaran | Teras Lampung


