Apple Friends pernah melihat makanan berwarna ungu cantik di media sosial lalu langsung mengira, “Ini pasti ubi ungu” jangan buru-buru! Bisa jadi makanan tersebut justru menggunakan ube. Sama-sama berwarna ungu, ternyata ube dan ubi ungu bukanlah bahan yang sama.
Keduanya memang sama-sama umbi dan bisa diolah menjadi berbagai makanan lezat. Namun, kalau diperhatikan lebih dekat, ube dan ubi ungu punya perbedaan mulai dari jenis tanaman, rasa, tekstur, hingga kandungan gizinya. Yuk, kenali lebih jauh agar tidak keliru lagi membedakan ube dan ubi ungu!
Ube, Si Ungu yang Lagi Naik Daun
Ube merupakan jenis umbi kelapa atau lebih dikenal dengan uwi yang memiliki nama ilmiah Dioscorea alata. Umbi ini sudah lama dikenal dalam kuliner Filipina dan banyak digunakan sebagai bahan berbagai makanan, terutama dessert. Saat ini, ube juga semakin populer karena warna ungunya yang menarik dan cita rasanya yang khas.
Jika dilihat secara langsung, ube juga memiliki ciri yang cukup khas. Daging umbinya berwarna merah keunguan hingga ungu cerah, sedangkan bagian kulit dalamnya dapat berwarna merah atau cokelat kekuningan. Kulit luarnya cenderung kasar, berserat, dan bentuknya tidak beraturan, dengan warna ungu kecokelatan yang terkadang bercampur dengan warna cokelat seperti kayu. Setelah dimasak, daging ube menjadi lebih lembut dan mudah dihaluskan sehingga cocok digunakan sebagai bahan berbagai olahan seperti pasta atau puree, kemudian digunakan dalam berbagai makanan seperti es krim, cake, donat, roti, puding, selai, hingga minuman. Ube juga memiliki rasa yang lebih manis dengan aroma yang unik sehingga membuat olahan makanan terasa berbeda.
Kalau Ubi Ungu, Apa Bedanya?
Berbeda dengan ube, ubi ungu merupakan salah satu jenis ubi jalar dengan nama ilmiah Ipomoea batatas. Jenis ubi ini cukup mudah ditemukan di Indonesia dan telah lama dikonsumsi sebagai bahan pangan. Ubi ungu memiliki ciri khas berupa daging berwarna ungu dengan tingkat warna yang dapat berbeda, mulai dari ungu kemerahan hingga ungu pekat.
Dari segi rasa, ubi ungu memiliki rasa manis alami dengan tekstur yang lembut dan sedikit pulen setelah dimasak. Dengan rasa yang cukup familiar dan mudah diolah, ubi ungu bisa dinikmati dengan cara sederhana seperti dikukus, direbus, atau dipanggang. Tidak hanya itu, ubi ungu juga sering dijadikan bahan untuk membuat kue, roti, puding, kolak, keripik, donat, hingga tepung ubi ungu.
Bagaimana Kandungan Gizinya?
Baik ube maupun ubi ungu dapat menjadi sumber karbohidrat dalam pola makan. Keduanya juga mengandung serat serta sejumlah vitamin dan mineral. Namun, kandungan zat gizi pada masing-masing umbi tidak selalu sama karena dapat dipengaruhi oleh varietas, ukuran, tingkat kematangan, serta metode pengolahan.
Dalam 100 gram ube atau uwi atau ubi kelapa mengandung 120 kkal, 2,8 gram protein, 82,3 gram karbohidrat, 2,6 gram serat, serta vitamin A,C, zat besi, kalium, dan pigmen antosianin yang berperan sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Sementara itu, ubi jalar ungu mengandung 108 kkal, 0,5 gram protein, 25,6 gram karbohidrat, 4,2 gram serat, serta vitamin C dan kalium.
Jangan Lagi Keliru Membedakan Ube dan Ubi Ungu
Ube dan ubi ungu memang sama-sama memiliki warna ungu, tetapi keduanya merupakan dua jenis umbi yang berbeda. Keduanya sama-sama bisa menjadi sumber karbohidrat dan memiliki senyawa bioaktif yang menarik. Jadi, kalau melihat makanan berwarna ungu, jangan langsung mengira itu ubi ungu, ya! Bisa saja bahan yang digunakan adalah ube. Dengan mengenali perbedaannya, kita jadi tidak hanya tahu mana ube dan mana ubi ungu, tetapi juga bisa lebih bijak memilih dan menikmati makanan sesuai kebutuhan gizi.
Referensi
- Analisis Kandungan Zat Gizi dalam Pembuatan Olahan Snack Dari Ubi Jalar Ungu (lpomoea batatas L.,) (2024), Journal Innovation in Education
- Info Literasi: Ubi Kelapa: Potensi dan Diversifikasi Umbi Lokal yang Mendunia| Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian
- Organic Ube & Purple Yam Powder | My Ube Bae
- Potensi Tepung Ubi Kelapa Ungu dan Kuning (Dioscorea alata L.) Sebagai Bahan Pangan Mengandung Senyawa Bioaktif: Kajian Pustaka (2016), Jurnal Pangan dan Agroindustri
- Ubi Jalar Tinta/ kemayung | Tabel Komposisi Pangan Indonesia (2017)
- Umbi Uwi, Segar | Tabel Komposisi Pangan Indonesia (2017)
Editor: Hasna Nur Mufidah, S.Tr.Gz


