Benarkah Emping Melinjo dapat Menyebabkan Asam Urat? 

Emping melinjo sering dianggap sebagai makanan yang “menyebabkan asam urat”. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi perlu diluruskan. Emping tidak secara langsung menciptakan penyakit gout (asam urat) pada setiap orang yang mengonsumsinya. Namun, melinjo mengandung purin, sedangkan konsumsi pangan tinggi purin dapat meningkatkan beban pembentukan asam urat dan berpotensi memicu kekambuhan pada orang yang sudah mengalami hiperurisemia atau gout. Bagaimana fakta terkait konsumsi emping melinjo yang sebenarnya? Simak pada artikel berikut ini!

Mengapa Emping Dikaitkan dengan Asam Urat?

Emping dibuat dari biji melinjo atau Gnetum gnemon. Biji tersebut dipipihkan, dikeringkan, kemudian biasanya digoreng sebelum dikonsumsi. Sejumlah sumber di Indonesia melaporkan kandungan purin melinjo sekitar 50-150 mg per 100 gram. Sumber lain mencantumkan angka yang lebih tinggi, yaitu sekitar 150-800 mg per 100 gram emping. Rentang ini menunjukkan bahwa data dapat dipengaruhi oleh varietas melinjo, bagian tanaman yang diuji, kadar air, metode analisis, dan bentuk produk yang digunakan. Proses pengeringan dapat membuat kandungan zat gizi per 100 gram menjadi lebih terkonsentrasi karena air berkurang. Namun, emping kering lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak dibandingkan biji melinjo segar, dan produk yang digoreng juga menyumbang energi serta lemak tambahan. Dengan demikian, yang perlu diperhatikan juga adalah ukuran porsi dan frekuensi konsumsinya.

Apakah Semua Orang Harus Menghindari Emping?

Orang sehat tanpa ada masalah metabolisme khusus atau profil nilai laboratorium baik tidak harus menghapus emping dari pola makannya. Konsumsi sesekali dalam porsi wajar umumnya perlu dilihat dalam konteks pola makan total, tidak sebagai satu-satunya penyebab peningkatan kadar asam urat. Namun, individu dengan kriteria berikut harus lebih waspada untuk pembatasan konsumsi emping:

  • Orang yang pernah mengalami serangan gout.
  • Orang dengan kadar asam urat tinggi berdasarkan pemeriksaan laboratorium.
  • Orang dengan penyakit ginjal atau penurunan fungsi ginjal.
  • Orang yang sering mengonsumsi makanan tinggi purin lainnya.
  • Orang yang mengonsumsi alkohol atau minuman berpemanis secara berlebihan.
  • Orang dengan kondisi obesitas atau sindrom metabolik.

Cara Mengonsumsi Emping yang Lebih Baik

Bagi orang tanpa gout, emping dapat dikonsumsi sebagai pelengkap makanan, tidak sebagai camilan tanpa batas konsumsi. Beberapa prinsip yang dapat diterapkan sebagai berikut:

  1. Perhatikan porsi dan hindari konsumsi emping dalam jumlah besar sekaligus.
  2. Jangan menggabungkan emping dengan banyak makanan tinggi purin lain dalam satu waktu.
  3. Batasi emping yang sangat asin atau digoreng berulang kali.
  4. Perbanyak air putih, terutama jika tidak memiliki pembatasan cairan dari dokter.
  5. Batasi alkohol dan minuman berpemanis tinggi fruktosa.
  6. Pertahankan berat badan sehat dan lakukan aktivitas fisik secara teratur.
  7. Bagi pasien gout, ikuti rencana makan dan pengobatan yang telah diberikan tenaga kesehatan.

Konsumsi air putih dapat mendukung proses ekskresi melalui ginjal, tetapi air putih bukan “penawar” yang dapat menghapus efek makanan tinggi purin secara langsung. Begitu pula, tidak ada bukti bahwa satu jenis makanan atau minuman dapat menyembuhkan gout tanpa pengelolaan medis yang tepat.

Emping Bukan Satu-Satunya Faktor

Serangan gout biasanya tidak disebabkan oleh satu makanan saja. Risiko terbentuk dari interaksi berbagai faktor, seperti kecenderungan genetik, gangguan fungsi ginjal, obesitas, alkohol, konsumsi gula berlebih, dehidrasi, penyakit penyerta, dan penggunaan obat tertentu. Kajian tentang diet dan gout yang dilakukan oleh Zhang Y., dkk (2022) menunjukkan bahwa pola makan secara keseluruhan lebih penting daripada menilai satu bahan pangan secara terpisah. Selain membatasi makanan tinggi purin, anjuran umum mencakup pengurangan alkohol dan minuman berpemanis, pengendalian berat badan secara bertahap, serta penerapan pola makan seimbang.

Emping melinjo tidak otomatis menyebabkan seseorang terkena penyakit asam urat. Akan tetapi, kandungan purin dalam melinjo, bentuknya yang kering, serta kebiasaan mengonsumsi dalam jumlah banyak dapat membuat emping perlu dibatasi oleh individu dengan hiperurisemia atau gout. 

Referensi

  1. 2020 American College of Rheumatology Guideline for the Management of Gout. (2023). National Library of Medicine: Pubmed Central.
  2. Antara Emping dan Penderita Asam Urat, Apakah Aman untuk Dikonsumsi? | Liputan6
  3. Pengaruh Konsumsi Emping Melinjo (Gnetum Gnemon L.) on Gout Disease in the Sibreh Keumudee Village Community, Sukamakmur District, Aceh Besar District. JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner TikTok