Black Sesame sebagai Pangan Fungsional yang Baik untuk Kesehatan Jantung

Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab kematian tertinggi di berbagai negara. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa penyakit ini menyebabkan sekitar 17,9 juta kematian setiap tahun. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, seperti kadar kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, obesitas, kebiasaan merokok, hingga pola makan yang kurang sehat. 

Belakangan ini, black sesame atau wijen hitam semakin populer sebagai salah satu pangan fungsional karena mengandung berbagai senyawa bioaktif yang diyakini dapat mendukung kesehatan tubuh, termasuk jantung. Biji berukuran kecil ini tidak hanya memberikan cita rasa khas pada makanan, tetapi juga mengandung berbagai zat gizi dan senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa black sesame kaya akan lemak tak jenuh, serat, vitamin, mineral, serta antioksidan yang dapat membantu menjaga fungsi jantung dan pembuluh darah. Namun, apakah manfaat tersebut benar-benar telah dibuktikan secara ilmiah? Berikut ulasan lengkapnya.

Mengenal Black Sesame sebagai Pangan Fungsional

Black sesame (Sesamum indicum L.) atau yang biasanya lebih dikenal dengan wijen hitam ini merupakan salah satu varietas wijen yang telah lama digunakan sebagai bahan pangan maupun pengobatan tradisional di berbagai negara Asia. Wijen hitam telah lama dikenal sebagai bahan pangan yang kaya akan zat gizi sekaligus dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, terutama di beberapa negara Asia seperti Tiongkok. Bahkan, dalam pengobatan tradisional Tiongkok, wijen hitam dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan hati dan ginjal. 

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pangan alami yang menyehatkan, black sesame kini semakin dikenal sebagai pangan fungsional, yaitu pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga mengandung senyawa bioaktif yang dapat memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Popularitas wijen hitam sebagai pangan fungsional semakin meningkat karena kandungan gizinya yang beragam. Biji kecil ini mengandung protein, lemak tak jenuh, serat, vitamin, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif seperti sesamin, sesamolin, senyawa fenolik, dan pigmen hitam yang berperan sebagai antioksidan. Biji wijen hitam banyak dimanfaatkan sebagai bahan berbagai produk pangan fungsional, mulai dari minuman, roti, sereal, hingga camilan sehat.   

Kandungan gizi Black Sesame bagi Kesehatan Jantung

Black sesame (Sesamum indicum L.) dikenal sebagai pangan padat gizi karena mengandung berbagai zat gizi makro, mikronutrien, dan senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung kesehatan jantung. Secara umum, biji wijen hitam mengandung sekitar 50% lemak, 20% protein, serta karbohidrat, vitamin E, mineral, dan berbagai metabolit sekunder, seperti lignan, flavonoid, dan saponin. Kombinasi kandungan tersebut menjadikan black sesame sebagai salah satu pangan fungsional yang banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan kardiovaskular.

1. Lemak Tak Jenuh

Sekitar setengah dari kandungan black sesame terdiri atas lemak, yang sebagian besar merupakan lemak tak jenuh, seperti asam oleat (omega-9) dan asam linoleat (omega-6). Dengan mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh dapat membantu memperbaiki profil kolesterol, terutama dengan menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat), sehingga berkontribusi dalam menurunkan risiko penyakit jantung.

2. Protein

Black sesame juga mengandung sekitar 20% protein yang berperan sebagai sumber protein nabati. Konsumsi protein dari sumber nabati dikaitkan dengan pola makan yang lebih sehat bagi jantung karena umumnya disertai kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan sumber protein hewani. 

3. Vitamin E

Vitamin E merupakan antioksidan larut lemak yang membantu melindungi sel-sel tubuh, termasuk dinding pembuluh darah, dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, vitamin E juga berperan menghambat oksidasi kolesterol LDL, yaitu proses yang dapat memicu pembentukan plak pada pembuluh darah.

4. Mineral

Black sesame merupakan sumber berbagai mineral penting, seperti magnesium, kalsium, kalium, zat besi, seng, dan fosfor. Di antara mineral tersebut, magnesium dan kalium memiliki peran penting dalam menjaga fungsi otot jantung, membantu mengatur tekanan darah, serta mendukung kerja pembuluh darah agar tetap optimal. 

5. Lignan

Salah satu senyawa bioaktif yang menjadi ciri khas black sesame adalah lignan, terutama sesamin dan sesamolin. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif serta peradangan kronis, dua faktor yang berperan dalam perkembangan penyakit jantung. 

6. Saponin

Meskipun jumlahnya tidak sebanyak lignan, black sesame juga mengandung saponin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa saponin berpotensi membantu mengurangi penyerapan kolesterol di usus sehingga dapat mendukung pengendalian kadar kolesterol darah. 

7. Flavonoid dan Senyawa Fenolik

Black sesame juga mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Senyawa ini membantu menetralkan radikal bebas, melindungi pembuluh darah dari kerusakan, serta mendukung fungsi endotel, yaitu lapisan pembuluh darah yang berperan dalam menjaga kelancaran aliran darah. 

Apa Kata Penelitian?

Sejumlah penelitian pada manusia, hewan, maupun laboratorium menunjukkan bahwa black sesame (wijen hitam) memiliki potensi untuk mendukung kesehatan dan membantu mengurangi berbagai faktor risiko penyakit jantung. Potensi tersebut berkaitan dengan kandungan senyawa bioaktifnya, seperti sesamin, sesamolin, flavonoid, dan vitamin E yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa-senyawa tersebut membantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas serta mengurangi peradangan yang berperan dalam perkembangan penyakit jantung. 

Pada beberapa uji klinis, konsumsi biji wijen maupun minyak wijen dilaporkan dapat membantu memperbaiki profil lipid dengan menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida, serta pada beberapa penelitian meningkatkan kadar kolesterol HDL. Selain itu, konsumsi wijen juga dikaitkan dengan penurunan tekanan darah pada kelompok tertentu, terutama ketika dikombinasikan dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Salah satu senyawa seperti sesamin berperan sebagai antioksidan yang membantu mengurangi stres oksidatif dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Senyawa ini juga diketahui memiliki sifat anti inflamasi, dapat memengaruhi metabolisme lemak, serta membantu menjaga fungsi pembuluh darah. Berbagai mekanisme tersebut diduga berkontribusi dalam menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. 

Meskipun demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas, dosis yang optimal, serta manfaat jangka panjang konsumsi black sesame dalam menjaga kesehatan jantung serta perlu diperhatikan, black sesame dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang yang memiliki alergi terhadap wijen.

Referensi 

  1. Antihypertensive and antioxidant effects of dietary black sesame meal in pre-hypertensive humans (2011),  Nutrition journal 
  2. Black Sesame Seeds: Nutrition, Benefits, and More | Healthline
  3. Black sesame seeds: Nutritional value, helath benefits, and food industrial applications (2024), Trends in Food Science & Technology 
  4. Cardiovascular diseases | World Health Organization

Editor: Hasna Nur Mufidah, S.Tr.Gz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner TikTok