Sahur Tanpa Karbohidrat, Apakah Tubuh Bisa Bertahan Seharian?

sahur tanpa karbo

Setiap bulan Ramadan, menu sahur menjadi topik yang selalu menarik untuk dibahas. Ada yang memilih makan lengkap dengan nasi, ada juga yang mencoba alternatif lain seperti diet rendah karbohidrat. Baru-baru ini, sebuah unggahan di media sosial menampilkan menu sahur tanpa nasi yang minim karbohidrat. Unggahan ini memicu Pro dan Kontra, sebagian orang menganggapnya sebagai pilihan sehat dengan bahan-bahan real food, sementara yang lain mempertanyakan apakah asupan tersebut cukup untuk energi seharian. Tapi, apakah benar sahur tanpa karbohidrat bisa membuat tubuh tetap bertenaga hingga waktu berbuka? Mari kita kupas lebih dalam!

Sumber : X.com

Sahur dan Peran Karbohidrat dalam Energi Sehari-hari

Sahur berfungsi sebagai bahan bakar utama untuk tubuh agar tetap berenergi selama berpuasa. Karbohidrat adalah salah satu sumber energi utama yang cepat dicerna dan diubah menjadi glukosa dalam darah. Dari glukosa inilah tubuh mendapatkan tenaga untuk menjalankan aktivitas harian.

Ketika seseorang memilih untuk menghindari nasi atau sumber karbohidrat lainnya saat sahur, tubuh akan mencari sumber energi alternatif. Lemak dan protein bisa menjadi cadangan energi, tetapi proses konversinya lebih lambat dibandingkan karbohidrat. Akibatnya, seseorang yang tidak mengonsumsi cukup karbohidrat mungkin merasa lebih cepat lelah, sulit berkonsentrasi, atau bahkan mengalami pusing di siang hari.

Apa yang Terjadi Jika Sahur Minim Karbohidrat?

Menghilangkan karbohidrat sepenuhnya dari sahur bisa berdampak pada tubuh. Berikut adalah beberapa efek yang mungkin terjadi:

  1. Energi yang Cepat Habis: Tanpa karbohidrat, tubuh akan menggunakan glikogen yang tersimpan di otot dan hati. Namun, cadangan ini terbatas dan bisa habis dalam beberapa jam setelah sahur.
  2. Mengandalkan Lemak sebagai Sumber Energi: Saat karbohidrat minim, tubuh mulai membakar lemak sebagai sumber energi utama. Ini disebut ketosis. Meski efektif untuk diet jangka panjang, dalam kondisi puasa bisa menyebabkan badan terasa lebih lemas dan lesu.
  3. Berisiko Hipoglikemia: Jika tubuh tidak mendapatkan cukup glukosa, kadar gula darah bisa turun drastis, menyebabkan pusing, lemah, dan bahkan gemetar.
  4. Gangguan Pencernaan: Kurangnya serat dari sumber karbohidrat seperti nasi merah atau roti gandum bisa menyebabkan sembelit selama puasa.

Alternatif Karbohidrat Yang Bisa Dikonsumsi Saat Sahur

Bagi yang ingin mengurangi nasi tapi tetap ingin mendapatkan energi optimal saat puasa, ada beberapa pilihan karbohidrat kompleks yang bisa dikonsumsi saat sahur:

  1. Oatmeal: Sumber serat yang membuat kenyang lebih lama dan melepaskan energi secara perlahan.
  2. Ubi Jalar: Mengandung karbohidrat kompleks, vitamin A, dan serat.
  3. Roti Gandum: Lebih tinggi serat dibandingkan roti putih dan membantu menjaga kadar gula darah stabil.
  4. Jagung: Sumber karbohidrat alami yang kaya serat dan lebih ringan dicerna.
  5. Kentang rebus atau kukus: Mudah didapat, mengandung serat, dan memberikan energi secara perlahan.

Menambahkan protein dan lemak sehat seperti telur, kacang-kacangan, dan alpukat juga dapat membantu memperpanjang rasa kenyang selama puasa.

Diet tanpa karbohidrat saat sahur memang mungkin dilakukan, tetapi bisa berdampak pada energi dan kesejahteraan tubuh selama puasa. Karbohidrat tetap penting sebagai sumber energi utama, terutama selama bulan Ramadan. Sebagai solusi, mengganti nasi dengan karbohidrat kompleks yang lebih sehat bisa menjadi pilihan bijak agar tetap bertenaga tanpa mengorbankan kesehatan.

Baca juga: Sayuran Tinggi Serat untuk Sahur, Bantu Kenyang Lebih Lama!

Editor: Rheinhard, S.Gz. Dietisien

Referensi : 

  1. Ketahui Perubahan Metabolisme Tubuh Saat Puasa – UNUSA
  2. Efektivitas Diet Rendah Karbohidrat terhadap Komposisi Tubuh (2024), Amerta Nutrition
  3. Menu Sahur Sehat dan Bergizi dengan Pangan Lokal – Medcom
  4. Alternatif Sumber Karbohidrat Kompleks untuk Sahur – IDNTimes
  5. Panduan Diet Sehat Saat Puasa – Katadata.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *